Belajar membuat trading plan untuk forex trading

Belajar membuat trading plan untuk forex trading

Untuk bisa sukses dalam belajar trading forex, kamu perlu mengetahui bagaimana suatu bisnis dijalankan karena trading adalah seperti menjalankan bisnis konvensional. Untuk sukses dalam menjalankan bisnis konvensional maka diperlukan rencana bisnis atau business plan yang bagus. Di dalam rencana bisnis ini terdapat beberapa hal seperti misalnya:

  • modal kerja
  • anggaran untuk pembuatan dan pengembangan produk serta pemasaran
  • pemilihan produk yang akan dijual
  • pemilihan target pasar
  • cara memasarkan dan menjual produk

Rencana bisnis itu harus dipersiapkan dengan matang sebelum memulai bisnis itu. Setelah bisnis berjalan, tidak di tutup kemungkinan untuk sedikit merubah atau memperbaharui rencana itu agar dapat menyesuaikan dengan kondisi pasar. Dengan demikian bisnis itu akan terus maju dan berkembang sesuai dengan dinamika pasar.

Demikian pula halnya dengan trading, sebelum kamu mau mulai trading kamu perlu mempersiapkan trading plan-mu. Trading plan ini akan membantu kamu untuk menganalisa market untuk mendapatkan setup pasangan mata uang yang sesuai dengan strategimu. Selanjutnya itu akan membantu kamu menentukan di level mana kamu akan masuk market dan dimana kamu akan menempatkan Stop Loss dan Target Profit-mu. Selain daripada itu, trading plan juga akan membantu kamu mengelola trade kamu pada saat live di market sehingga strategimu bisa menghasilkan uang buat kamu.

Persamaan antara bisnis konvensional dan trading

Bisnis KonvensionalTrading
Modal KerjaAkun Trading  – Kamu dapat membuka akun hanya dengan modal sebesar $200 di IC Markets.
Anggaran untuk pembuatan dan pengembangan produk serta pemasaranRisiko per trade dan Position Sizing (jumlah lot per trade berdasarkan risiko) – Disarankan maksimum risiko per trade adalah 1% dari jumlah akun.
Pemilihan produk yang akan dijualStrategi yang akan kamu gunakan seperti misalnya reversal, pullback atau scalping – disini akan diajarkan secara spesifik tentang strategi reversal
Pemilihan target pasarKondisi market yang cocok dengan strategimu seperti misalnya trending atau ranging – untuk strategi reversal akan fokus dengan kondisi market yang sedang trending.
Cara memasarkan dan menjual produkKapan kamu akan masuk dan keluar pasar dengan menentukan di level atau harga berapa kamu akan masuk, menempatkan Stop Loss untuk menentukan risiko dan Target Profit untuk mengambil keuntungan – disini kamu akan diajarkan ketiga hal ini secara detil sehingga kamu dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntunganmu.

Bagaimana cara membuat trading plan yang baik dan benar?

Berikut adalah tahapan untuk membuat trading plan sesuai dengan strategi dan gaya hidupmu:

  1. Menentukan Time Frame atau Jangka Waktu
  2. Bagaimana mengelola risiko
  3. Menentukan kondisi pasar
  4. Memilih market untuk trading
  5. Cara untuk masuk trade
  6. Cara menempatkan Stop Loss
  7. Cara menempatkan Target Profit

Sekarang mari kita mengulas secara rinci setiap tahapan diatas.

(1) Menentukan time frame atau jangka waktu

Terdapat banyak time frame yang bisa kamu gunakan untuk trading dari 1 menit sampai 1 bulan. Pemilihan time frame disesuaikan dengan karakter kamu sebagai trader dan waktu yang kamu miliki untuk trading.

Apabila kamu ingin mengetahui tipe trader seperti apa yang cocok dengan karaktermu, kamu bisa mencoba tesnya disini.

Sebagai contoh apabila kamu masih kerja kantoran atau mungkin masih kuliah dan kamu mau menjadi trader juga maka time frame yang cocok untuk kamu adalah D1 atau Daily. Jadi di dalam time frame ini, candle di chart akan terbentuk setelah 1 hari trading selesai. Candle ini akan terbentuk pada jam 4 atau 5 pagi WIB*** tergantung waktu penutupan trading di Amerika. Dengan demikian kamu hanya perlu memonitor market 1 kali sehari di pagi hari sebelum kamu berangkat kerja atau kuliah.

*** Karena di Amerika ada yang disebut dengan Daylight Saving, dimana terjadi perubahan jam, maka selama masa ini, dari tanggal 8 Maret 2020 sampai dengan tanggal 1 November 2020, candle akan terbentuk pada jam 04:00 WIB. Sedangkan untuk masa diluar Dyalight Saving maka candle akan terbentuk pada jam 05:00 WIB.

Secara umum time frame dibagi menjadi 3 waktu berbeda yang menentukan tipe trading yaitu…

(-) Day Trading – Timeframe M5 & M15

Tipe trading seperti ini menggunakan time frame 5 menit dan 15 menit. Candle di chart terbentuk setiap 5 menit dan 15 menit sekali. Jadi ini sifatnya jangka pendek dalam artian jangka waktu kamu masuk dan keluar market adalah singkat dan bisa berkali-kali dalam satu hari. Kamu tidak akan memegang trade kamu sampai hari berikutnya.

candle 5 menit - belajar forex trading
candle 15 menit - belajar forex trading

Tipe ini cocok untuk orang yang bisa cepat untuk mengambil keputusan, bisa mengendalikan emosi dan berani mengambil risiko yang cukup tinggi. Banyak orang berpikiran bahwa trading seperti ini gampang dan bisa menghasilkan banyak uang tapi kenyataannya tidak demikian bahkan sebaliknya. Banyak orang yang mencobanya dan mengalami kerugian yang besar.

Untuk pemula, saya tidak anjurkan untuk mulai belajar di time frame ini tapi lebih baik di time frame yang lebih besar yaitu di D1.

(-) Swing Trading – Timeframe H1 & H4

Tipe trading seperti ini menggunakan time frame H1 dan H4. Candle di chart akan terbentuk setiap 1 jam dan 4 jam sekali. Jadi ini sifatnya untuk jangka waktu menengah dimana kamu akan masuk dan keluar trade dalam hitungan waktu beberapa hari sehingga frekuensi trading kamu tidak terlalu sering.

candle 1 jam - belajar forex trading
candle 4 jam - belajar forex trading

Tipe ini cocok untuk kamu yang cukup sabar menunggu setup terbentuk dan memberikan signal untuk masuk trade serta sabar menunggu hasil dari trade itu. Trading dengan tipe ini relatif lebih aman karena biasanya signal yang diberikan lebih jelas dan cukup akurat.

(-) Position Trading – Timeframe D1

Tipe trading ini menggunakan time frame D1 dimana candle di chart akan terbentuk setiap 1 hari sekali. Jadi ini sifatnya untuk jangka waktu yang panjang dimana kamu akan masuk dan keluar market hanya sesekali saja mungkin hanya 1 atau 2 kali dalam satu bulan. Kamu akan memegang trade kamu selama beberapa minggu atau bahkan bulan.

candle 1 hari - belajar forex trading

Tipe ini seperti investasi karena setelah kamu masuk trade kamu akan mendiamkannya dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Jadi kamu harus ekstra sabar menunggu kesempatan masuk market dan menunggu hasilnya. 

Kalau mau belajar trading dengan cara yang benar, saya sarankan untuk fokus di time frame D1 terlebih dahulu. Nanti kalau sudah menguasai strategimu dan market dengan baik maka kamu bisa berpindah ke time frame yang lainnya.

(2) Manajemen risiko

Manajemen risiko dalam trading adalah sangat sangat sangat penting!!! Kenapa demikian? Karena kalau kamu tidak mengelola risiko kamu dengan baik maka akun kamu akan jebol dengan sangat cepat dalam hitungan beberapa minggu, hari atau bahkan dalam kasus ekstrem hitungan jam. Maka dalam mempersiapkan trading plan-mu kamu perlu memperhatikan hal ini sebaik-baiknya.

Jumlah risiko yang saya sarankan adalah 1% per trade dan ini adalah 1% dari jumlah akunmu. Misalnya akunmu ada $2000 maka 1% dari jumlah itu adalah $20. Jadi pada saat kamu mau mengambil posisi trade kamu harus memastikan bahwa risiko yang kamu ambil tidak melebihi $20.

Kenapa harus 1%? Karena dalam proses pembelajaran sebagai pemula kamu akan banyak melakukan kesalahan yang mengakibatkan banyak kerugian. Jadi dengan membatasi risiko di 1% maka akun kamu tidak akan jebol. Kamu tidak akan frustasi karena kehilangan banyak uang sehingga kamu dapat fokus pada proses pembelajaran dan pengembangan diri sebagai seorang trader yang sukses.

Coba lihat ilustrasi di tabel dibawah ini. Semakin besar kekalahan yang kamu alami maka semakin susah bagi kamu untuk dapat mengembalikan uang yang ada di akun kamu ke jumlah awal. 

tabel persentasi kekalahan - belajar forex trading

Dengan membatasi risiko hanya 1% per trade maka apabila kamu mengalami kekalahan selama 5 kali berturut-turut maka akun kamu hanya akan berkurang 5% dan tidak diperlukan upaya yang besar untuk dapat mengembalikannya (hanya perlu menang sebesar 5.3% untuk dapat mengembalikan kekalahan itu sehingga akun dapat kembali ke jumlah semula). 

Namun sebaliknya kalau kekalahan kamu sudah mencapai 50% kamu akan memerlukan upaya yang jauh lebih besar, kamu harus menang sebesar 100%, untuk dapat mengembalikan akun kamu ke jumlah semula. Nah apabila kamu sudah masuk ke kondisi seperti ini biasanya kamu akan mulai frustasi dan lepas kendali yang bisa mengakibatkan akun kamu habis uangnya. 

Maka dari awal jagalah akun kamu baik-baik dengan menerapkan manajemen risiko yang tepat.

Dalam kursus reversal trading yang saya ajarkan disini, kamu akan belajar bagaimana untuk memperkecil risikomu untuk setiap trade-nya tapi tetap bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.

(3) Menentukan kondisi market

Terdapat 2 jenis pergerakan harga yang pada umunya terjadi di market yaitu trending dan ranging.

Pergerakan harga dikatakan sedang trending kalau harga dapat membentuk puncak harga yang lebih tinggi lagi (higher high) dalam kondisi uptrend (pergerakan harga sedang naik) atau harga dapat membentuk dasar harga yang lebih rendah lagi (lower low) dalam kondisi downtrend (pergerakan harga sedang turun). Berikut contohnya.

contoh pergerakan harga uptrend dan downtrend - belajar forex trading

Selanjutnya pergerakan harga dikatakan  sedang ranging kalau harga bergerak diantara puncak tertinggi dan dasar terendah yang relatif dalam jangka waktu tertentu. Berikut contohnya.

contoh pergerakan harga ranging - belajar forex trading

Setelah mengetahui kedua kondisi market yang ada, sekarang kamu perlu memilih salah satu  yang sesuai dengan strategimu. Strategi untuk trending dan ranging sangat berbeda dan satu strategi tertentu tidak bisa digunakan untuk kedua-duanya. Jadi dari awal tentukan strategi yang cocok dengan kamu dan fokus kepada satu strategi itu untuk seterusnya supaya kamu bisa menjadi trader yang sukses.

Disini saya mau ingatkan bahaya dari gonta-ganti strategi. Apabila kamu melakukannya maka kamu tidak akan dapat maju berkembang menjadi trader yang sukses karena kamu akan terus berputar-putar tanpa tujuan seperti seekor anjing yang mengejar ekornya. Kalau kamu fokus pada satu strategi maka sukses itu akan lebih cepat kamu capai.

Tolong selalu diingat bahwa trading adalah suatu bisnis berdasarkan probabilitas. Jadi semakin sering kamu mengambil trade menggunakan strategi yang sama dalam jumlah trade yang banyak dengan disiplin, konsisten dan kesabaran maka semakin cepat pula kamu akan melihat hasil positifnya. Namun sebaliknya kalau kamu gonta-ganti strategi maka kamu tidak akan pernah mencapai hasil akhir itu karena setiap kali kamu berganti startegi kamu akan mulai dari nol lagi.

kurva pembelajaran - belajar forex trading

(4) Pemilihan market untuk trading

Terdapat beragam jenis market yang bisa kamu trading-kan seperti misalnya ekuitas (saham), mata uang (forex), obligasi dan komoditas (futures) seperti minyak, emas, jagung, daging sapi dan gandum. Silahkan dipilih sesuai dengan yang kamu minati untuk membuat trading plan-mu. Untuk disini kamu akan belajar trading di forex market.

Pemahaman mendasar tentang trading forex adalah kamu memperjual-belikan pasangan mata uang tertentu seperti EUR/USD atau USD/JPY. Sebagai contoh pada saat mata uang Euro (EUR) menguat terhadap US Dollar (USD) maka pergerakan harga akan mengalami kenaikan (uptrend) atau sebaliknya kalau EUR melemah terhadap USD maka pergerakan harga akan mengalami pelemahan (downtrend). Nah sebagai seorang trader tugas kamu adalah membuat trading plan yang menentukan bagaimana dan kapan kamu akan mengambil posisi trade sesuai dengan pergerakan harga.

Penguatan dan pelemahan suatu mata uang dipengaruhi berbagai macam faktor tapi yang paling utama adalah kondisi perekonomian negara yang bersangkutan. Jadi kalau kembali ke contoh EURUSD, pada saat perekonomian di negara-negara yang bergabung di European Union (EU) menguat maka mata uang Euro juga akan menguat terhadap mata uang USD sehingga pergerakan harga akan naik seperti contoh chart dibawah ini.

contoh pergerakan harga eur/usd - belajar forex trading
contoh pergerakan harga usd/jpy - belajar forex trading

Untuk penjelasan lebih mendalam tentang perdagangan mata uang silahkan baca disini.

Kenapa harus trading forex?

Terdapat beberapa keunggulan trading forex dibandingkan dengan market yang lainnya seperti misalnya:

  • Modal yang relatif kecil untuk bisa mulai trading yaitu US$ 200. Untuk broker yang handal dan aman saya merekomendasikan IC Markets. Apabila kamu mau buka akun demo atau live silahkan klik disini. (Tolong gunakan VPN untuk mengakses website-nya karena entah kenapa di blok di Indonesia)
  • Terdapat banyak pilihan pasangan mata uang yang bisa kamu perjual-belikan sehingga kamu bisa memilih pasangan mata uang terbaik untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
  • Kamu bisa mengambil posisi beli (buy) pada saat pergerakan harga sedang naik atau jual (sell) pada saat pergerakan harga sedang turun. Berbeda dengan saham yang mana pada umumnya kamu hanya bisa mengambil posisi beli saja.
  • Volume dan likuiditas pasar mata uang adalah yang terbesar dibandingkan dengan pasar yang lainnya sehingga kamu akan dengan mudah untuk membeli dan menjual pasangan mata uang tertentu dan banyak terjadi trend (pergerakan harga satu arah dalam jangka waktu tertentu) sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Berdasarkan data di bulan April 2019 rata-rata nilai perdagangan mata uang adalah US$ 6,6 triliun per hari. Wow sangat fantastis!!!
  • Pasar mata uang buka setiap harinya selama 24 jam dari hari Senin sampai Jumat sehingga setiap orang yang mau belajar untuk trading forex bisa melakukannya. Bagi yang kerja kantoran, kamu bisa jadikan trading sebagai kerjaan sampingan setelah pulang kerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Untuk kamu yang mungkin masih kuliah, kamu bisa melakukan trading diluar waktu belajar dan kuliah kamu untuk bisa mendapatkan uang jajan tambahan atau tabungan dan investasi untuk masa depan.
  • Prinsip-prinsip yang kamu pelajari di trading dapat kamu terapkan juga dalam kehidupanmu sehari-hari dan juga dalam menjalankan suatu bisnis. Jadi seraya kamu menjadi seorang trader yang sukses maka kamu juga akan menjadi orang yang lebih baik. Apabila suatu saat kamu memutuskan bahwa kamu tidak mau lagi trading dan mau beralih profesi ke bisnis yang lain maka kamu sudah memiliki dasar yang kuat untuk melakukannya. Jadi win-win solution atau saling menguntungkan!

(5) Bagaimana kamu akan masuk ke market?

Terdapat banyak strategi yang bisa kamu gunakan untuk masuk ke market. Tiga diantaranya yang umum digunakan adalah:

  • Pullback – kamu akan masuk ke market setelah harga melakukan pullback atau koreksi ke level tertentu biasanya di dalam trend yang sedang berjalan.
contoh strategi pullback - belajar forex trading

  • Breakout – kamu akan masuk ke market setelah harga melewati level Support atau Resistance tertentu dengan pergerakan momentum harga yang kuat. Disini kamu akan belajar cara menggunakan breakout untuk entry (level dimana kamu akan masuk ke market) yang menguntungkan.
contoh strategi breakout - belajar forex trading

  • Crossover – kamu akan masuk ke market setelah 2 indikator Moving Average saling bersilangan. Teknik ini biasanya digunakan untuk menentukan bahwa suatu trend yang baru akan dimulai.
contoh strategi crossover - belajar forex trading

Ketiga teknik diatas idealnya dipakai untuk masuk market yang sedang trending. Untuk teknik masuk pada saat market sedang ranging gunakan cara masuk sell di level resistance dan buy di level support dari range yang sudah terbentuk.

contoh strategi ranging - belajar forex trading

Silahkan dipilih cara masuk mana yang cocok dengan strategi dan kesukaanmu.

(6) Penempatan Stop Loss (SL)

Apa yang dimaksud dengan Stop Loss? 

Stop Loss adalah level atau harga dimana kamu akan keluar dari suatu trade secara otomatis karena harga bergerak berlawanan dari posisi trade yang kamu ambil dengan demikian kamu bisa meminimalisir risikomu. Pengelolaan risiko yang tepat dan ketat sangat penting dalam trading karena tanpa ini kamu akan dapat dengan mudah kehilangan semua uangmu dalam sekejap.

Jadi bagaimana menentukan Stop Loss dengan cara yang benar?

Ada 3 cara yang pada umumnya digunakan untuk menempatkan Stop Loss dalam trading…

  • Moving Average (MA)

Kamu akan menempatkan Stop Loss dibawah MA ketika kamu masuk posisi buy dalam kondisi market sedang uptrend (harga sedang menguat).

contoh penempatan stop loss menggunakan moving average posisi buy - belajar forex trading

Kamu akan menempatkan Stop Loss diatas MA ketika kamu masuk posisi sell dalam kondisi market sedang downtrend (harga sedang melemah).

contoh penempatan stop loss menggunakan moving average posisi sell - belajar forex trading

  • Swing High (SH) atau Swing Low (SL)

Kamu akan menempatkan SL dibawah Swing Low pada saat kamu masuk posisi buy dalam kondisi market uptrend (harga sedang menguat)

contoh penempatan stop loss menggunakan swing low posisi buy - belajar forex trading

Kamu akan menempatkan SL diatas Swing High pada saat kamu masuk posisi sell dalam kondisi market downtrend (harga sedang melemah)

contoh penempatan stop loss menggunakan swing high posisi sell - belajar forex trading

  • Level Support atau Resistance

Kamu akan menempatkan Stop Loss dibawah level Support ketika kamu masuk posisi buy ketika kondisi market atau harga akan menguat.

contoh penempatan stop loss menggunakan level support posisi buy - belajar forex trading

Kamu akan menempatkan Stop Loss diatas level Resistance ketika kamu masuk posisi sell ketika kondisi market atau harga akan melemah.

contoh penempatan stop loss menggunakan level resistance posisi sell - belajar forex trading

Dalam kursus disini kamu akan diajarkan untuk menempatkan Stop Loss berdasarkan Moving Average. Namun demikian kamu dapat menggunakan cara yang lain yang sesuai dengan selera kamu. Semuanya dapat digunakan tapi tentunya ada keuntungan dan kekurangan dari masing-masing cara dan harus cocok dengan strategi yang kamu gunakan.

Satu hal yang harus selalu kamu ingat adalah kamu harus menggunakan Stop Loss setiap kali kamu mengambil posisi trade. JANGAN JANGAN JANGAN pernah trade tanpa menggunakan SL, SANGAT berbahya dan merugikan

Jadi setiap kali sebelum kamu mau masuk posisi, kamu harus menentukan terlebih dahulu di level mana kamu akan menempatkan SL-mu. Untuk dapat melakukan ini dengan mudah kamu bisa menggunakan tool yang disediakan di Trading View seperti contoh-contoh chart yang digunakan diatas.

(7) Menentukan Target Profit (TP)

Biasanya ini yang paling disukai oleh banyak orang. PROFIT!!! PROFIT!!! PROFIT!!!

Memang mendengarkan kata profit sangat menyenangkan tapi kamu perlu tau bagaimana caranya menentukan Target Profit yang efektif sehingga target itu bisa tercapai. Terdapat 2 cara yang biasanya digunakan untuk mengambil profit yaitu target yang tetap dan target yang dinamis.

Kamu dapat menempatkan Target Profit yang tetap dengan menentukan level yang ada di chart seperti misalnya level Support/Resistance atau Swing High/Swing Low. Contoh chart berikut akan mengilustrasikan hal ini.

contoh penentuan target profit yang tetap posisi buy - belajar forex trading
contoh penentuan target profit yang tetap posisi sell - belajar forex trading

Dari kedua contoh diatas kamu bisa melihat bahwa dalam satu trade kamu memiliki beberapa opsi untuk menentukan target profit. Namun kamu perlu ketahui bahwa semakin jauh target yang kamu ingin capai maka semakin kecil probabilitas harga akan mencapai target itu. 

Seperti contoh di chart yang kedua apabila kamu menentukan target di level support maka kamu tidak akan mendapatkan profit yang diinginkan. Maka dari itu kamu perlu realistis dalam menentukan target yang efektif dan bisa dicapai oleh harga dengan demikian kamu akan bisa mendapatkan profit secara konsisten.

Satu hal penting yang perlu diingat dalam menentukan target profit adalah jangan serakah!!! Lebih baik kamu mengumpulkan profit kamu sedikit demi sedikit sehingga pada akhirnya kamu akan bisa mendapatkan profit yang banyak daripada kamu menentukan target yang besar tapi tidak pernah mencapainya.

Selanjutnya kamu dapat mengambil profit secara dinamis dengan menggunakan indikator Moving Average. Contoh chart berikut akan mengilustrasikan hal ini.

contoh mengambil profit menggunakan moving average - belajar forex trading

Contoh diatas menggunakan MA dengan jangka waktu 20. Jangka waktu ini banyak digunakan karena cukup bagus untuk digunakan dalam market yang sedang trending. Semakin kuat trend-nya maka semakin besar profit yang bisa didapatkan. Tentunya kamu bisa menggunakan jangka waktu yang lain sesuai dengan strategimu.

Untuk pemula, saya sarankan untuk menggunakan target profit yang tetap dulu. Kenapa demikian? Karena biasanya target yang tetap akan lebih mudah dan cepat untuk dicapai sehingga ini akan dapat membantu kamu untuk meningkatkan kepercayaan dirimu dalam trading. Nanti setelah kamu lebih berpengalaman, kamu bisa menggunakan target yang dinamis karena ini memerlukan kesabaran yang cukup besar.

Seperti halnya business plan menjadi fondasi yang kuat untuk suatu bisnis yang sukses maka trading plan juga akan menjadi fondasi yang kuat untuk sukses dalam trading apabila dipersiapkan dengan matang. Silahkan diikuti setiap langkah diatas secara saksama dalam membuat trading plan kamu. 

Perlu diingat bahwa trading plan adalah cara untuk mengeksekusi strategimu sehingga dapat memiliki flesibilitas untuk disesuaikan dengan dinamika market. Namun prinsip dasar dari strategi yang kamu gunakan tidak boleh berubah dan harus konsisten setiap saat dengan demikian strategimu akan terus dapat menghasilkan uang dalam kondisi market yang dinamis. 

Apabila kamu memiliki pertanyaan atau mau sharing pengalaman kamu dalam membuat trading plan, silahkan tinggalkan komentar dibawah. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.