Belajar Memahami Indikator Bollinger Band untuk Forex Trading

Bollinger Band (BB) adalah indikator yang mengukur momentum dan kekuatan dari suatu pergerakan harga. Nama indikator ini memiliki arti seperti suatu gelang karet yang elastis. Siklus pergerakan harga yang terdiri dari pergerakan naik atau turun dan koreksi atau konsolidasi ini akan terefleksikan secara visual oleh BB melalui pergerakan ekspansi dan kontraksi, seperti gelang karet yang melebar dan menciut.

BB memiliki 3 bagian utama yaitu gelang bagian atas, gelang bagian bawah dan Moving Average (MA) di tengah-tengah dari kedua gelang itu. Setting atau pengaturan yang umum untuk indikator ini adalah Standard Deviation 2 untuk gelang atas dan bawah dan MA dengan periode 20.

Apa fungsi dari setiap bagain dari Bollinger Band?

1. Gelang bagian atas dan bawah memberikan informasi tentang momentum dan kekuatan dari suatu pergerakan harga. 

2. Moving Average memberikan informasi tentang tren harga yang sedang terjadi.

Bagaimana membaca indikator Bollinger Band?

1. Apabila gelang bagian atas dan bawah bergerak datar (kontraksi) maka hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada momentum dalam pergerakan harga dengan demikian harga sedang dalam konsolidasi atau harga bergerak dalam rentang harga tertentu.

Ilustrasi gelang Bollinger Band kontraksi bergerak datar - belajar forex trading

2. Ketika harga mulai bergerak naik atau menguat dan harga penutupan (closing price) menyentuh gelang bagian atas maka hal ini mengindikasikan adanya suatu momentum dan kekuatan yang bisa mendorong harga lebih tinggi. Kejadian ini dinamakan dengan ekspansi ke atas.

Ilustrasi gelang Bollinger Band ekspansi bergerak naik - belajar forex trading

3. Ketika harga mulai bergerak turun atau melemah dan harga penutupan menyentuh gelang bagian bawah maka hal ini mengindikasikan adanya suatu momentum atau kekuatan yang bisa mendorong harga lebih rendah. Kejadian ini dinamakan dengan ekspansi ke bawah.

Ilustrasi gelang Bollinger Band ekspansi bergerak turun - belajar forex trading

4. Setelah terjadinya ekspansi dan jika harga penutupan dapat tetap dekat atau berada di gelang bagian atas atau bawah maka hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga masih kuat sehingga harga dapat bergerak lebih tinggi atau rendah lagi.

Ilustrasi gelang Bollinger Band ekspansi bergerak naik - belajar forex trading

5. Ketika harga penutupan sudah mulai jauh dari gelang bagian atas atau bawah dan gelang BB mulai kontraksi maka hal ini mengindikasikan bahwa tren atau pergerakan harga yang sedang terjadi sudah mulai melemah dan akan terjadi koreksi atau konsolidasi. 

Ilustrasi gelang Bollinger Band kontraksi tanda pelemahan pergerakan harga - belajar forex trading

6. Ketika harga bergerak diatas Moving Average (MA) maka hal ini menandakan bahwa harga sedang dalam uptrend (pergerakan harga yang naik atau menguat). Sebaliknya ketika harga bergerak dibawah MA maka hal ini menandakan bahwa harga sedang dalam downtrend (pergerakan harga yang turun atau melemah).

Ilustrasi Moving Average dalam indikator Bollinger Band menentukan arah tren - belajar forex trading

Jadi kamu bisa melihat bahwa siklus pergerakan harga dari tren dan konsolidasi atau koreksi dapat tergambarkan oleh pergerakan ekspansi dan kontraksi dari indikator Bollinger Band.

Penerapan indikator Bollinger Band dalam forex trading

Untuk contoh pertama, penerapan indikator BB akan digunakan dalam strategi Breakout (harga bergerak keluar dari zona konsolidasi dengan momentum yang kuat). Strategi Breakout ini akan digunakan mengikuti tren yang sedang berlangsung.

Ilustrasi penerapan indikator Bollinger Band untuk strategi Breakout - belajar forex trading

1. Terjadi downtrend (harga bergerak turun atau melemah). Pergerakan harga membentuk struktur Lower High dan Lower Low (harga tertinggi dan terendah yang lebih rendah). Disini dapat terlihat bahwa gelang BB bergerak turun sesuai dengan pergerakan harga dengan adanya ekspansi ke bawah pada saat harga melemah sesuai dengan tren.

2. Terjadi konsolidasi harga yang cukup lama dimana gelang BB bergerak datar sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi. Konsolidasi harga ini terbentuk dalam rentang harga tertinggi dan terendah tertentu sesuai dengan garis warna ungu di chart

3. Menjelang akhir dari konsolidasi ini terjadi pelemahan harga dimana harga tidak dapat menyentuh harga tertinggi dari rentang harga yang sudah terbentuk. Struktur harga mulai berubah dimana terbentuk Swing High di posisi harga yang lebih rendah daripada sebelumnya. 

4. Harga berkonsolidasi di dekat harga terendah dari rentang harga yang sudah terbentuk. Selanjutnya harga keluar dari konsolidasi dengan momentum kuat dan terjadilah Breakout.

PRO TIP – Konsolidasi harga yang terbentuk sebelum terjadinya Breakout adalah satu bagian yang sangat penting dalam strategi ini sehingga dapat memberikan trade dengan probabilitas yang tinggi dan memberikan hasil yang memuaskan. Konsolidasi ini memberikan informasi bahwa terjadi perubahan dinamika pada saat harga menyentuh area ini.

Pada kejadian-kejadian sebelumnya para pembeli langsung masuk ke pasar untuk mendorong harga naik ke level harga tertinggi dari rentang harga yang terbentuk. Namun pada saat menjelang Breakout terjadi para pembeli tidak memiliki kekuatan beli yang sama sehingga terjadi pelemahan harga. Oleh karena tidak ada pembeli yang berminat di area ini maka penjual mulai menambah posisinya dan mulai mengambil alih pergerakan harga sehingga dapat mendorong harga turun lagi sesuai dengan tren yang berlangsung.

5. Pada saat Brekaout terjadi, gelang BB menunjukkan terjadinya ekspansi dimana hal ini mengartikan bahwa momentum harga sangat kuat sehingga dapat mendorong harga ke level yang lebih rendah lagi. Disini kamu bisa mnegambil trade jual dan dapat memperoleh keuntungan yang cukup bagus.

Penerapan indikator BB di contoh kedua akan digunakan dalam strategi Reversal, ketika terjadi perubahan arah tren dari uptrend (pergerakan harga naik atau menguat) menjadi downtrend (pergerakan harga turun atau melemah) atau sebaliknya.

Ilustrasi penerapan indikator Bollinger Band untuk strategi Reversal - belajar forex trading

1. Terjadi uptrend. Harga bergerak diatas Moving Average (MA) dan struktur Higher High dan Higher Low (harga tertinggi dan terendah yang lebih tinggi) terbentuk.

2. Harga sampai ke level Resistance (hambatan) dan harga berkonsolidasi. Selama terjadinya konsolidasi gelang BB berkontraksi dan bergerak mendatar. Harga bergerak diantara MA, baik diatas maupun dibawah. 

3. Terjadi perubahan struktur dimana terbentuk Lower High (harga tertinggi yang lebih rendah dari yang sebelumnya). Hal ini mengartikan bahwa pembeli sudah mulai berkurang kekuatannya karena tidak bisa mendorong harga sampai ke level yang tertinggi sebelumnya. Sebaliknya para penjual mulai memperbanyak akumulasi posisi mereka dan mulai mendorong harga lebih rendah.

4. Penjual mulai mngambil alih pergerakan harga dengan menembus level Swing Low (harga terendah) yang terakhir dengan momentum yang kuat dan dengan demikian terjadilah Reversal, dari uptrend menjadi downtrend. Kekuatan momentum ini dapat terlihat dengan gelang BB berekspansi ke bawah. Hal ini dapat dijadikan signal untuk masuk posisi sell (jual) dengan hasil yang cukup memuaskan.

Dari dua contoh diatas kamu bisa melihat bahwa indikator BB dapat digunakan untuk beragam strategi dan tentunya dapat disesuaikan dengan strategi yang kamu gunakan. Indikator BB dapat memberikan gambaran yang jelas tentang momentum dan kekuatan dari pergerakan harga yang bisa kamu gunakan sebagai filter dalam suatu tren, apakah tren itu masih kuat atau sudah mulai melemah, atau signal untuk masuk suatu trade. Menurut saya indikator BB adalah suatu indikator yang cukup ampuh karena dengan adanya momentum dan kekuatan pergerakan harga maka disitu akan ada peluang untuk menghasilkan uang.

Nah sekarang saya ingin bertanya, apakah kamu menggunakan indikator BB dalam trading-mu? Bagaimana kamu menggunakannya? Silahkan berbagi pengalamanmu lewat kotak komentar dibawah ini.

Terima kasih dan sukses selalu dalam trading-mu.

PS. Apabila kamu mendapati bahwa artikel ini bermanfaat silakan bagikan ke teman-teman atau kerabat kamu yang berminat atau sedang belajar forex trading supaya mereka juga dapat memperoleh manfaatnya. “Sharing is caring.”


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Memahami Indikator Stochastic Oscillator untuk Forex Trading

Stochastic Oscillator (STOCH) adalah suatu indikator momentum mirip dengan indikator Relative Strength Index (RSI). Meskipun demikian STOCH memiliki satu keunikan tertentu dimana indikator ini dapat digunakan untuk timing atau mencari waktu yang tepat untuk masuk trade pada saat harga sedang pullback atau koreksi di dalam suatu tren tretentu, baik itu uptrend (harga naik) atau downtrend (harga turun). Baca selengkapnya untuk dapat memahami dan menerapkan indikator ini dalam forex trading.

 Indikator ini dibuat untuk menunjukkan lokasi dari harga penutupan dibandingkan dengan range atau rentang harga tertinggi atau terendah selama suatu jangka waktu yang dapat ditentukan oleh pengguna. Apabila harga penutupan lebih tinggi dari range harga tertinggi maka indikator akan bergerak naik yang menunjukkan kekuatan pergerakan harga. Sedangkan kalau harga penutupan lebih rendah dari range harga terendah maka indikator akan bergerak turun yang menunjukkan pelemahan pergerakan harga.

Penggunaan Stochastic Oscillator secara umum

(1) Mengidentifikasi level overbought (harga sudah terlalu tinggi) dan oversold (harga sudah terlalu rendah). Level yang pada umumnya digunakan untuk overbought adalah 80 dan untuk oversold adalah 20. Jadi pada saat garis STOCH melewati level 80 maka itu tandanya bahwa harga sudah terlalu tinggi dan jika garis melewati level 20 itu tandanya bahwa harga sudah terlalu rendah. Hal ini memberikan indikasi bahwa harga akan melakukan koreksi atau perubahan arah pergerakan harga.

Contoh indikator Stochastic di level overbought - belajar forex trading
Contoh indikator Stochastic di level oversold - belajar forex trading

(2) Menunjukkan fenomena Divergence (pergerakan berlawanan arah dimana harga menunjukkan pelemahan tapi STOCH menunjukkan penguatan atau sebaliknya). Fenomena ini dapat digunakan sebagai tanda bahwa harga akan mulai untuk berbalik arah dan memulai tren yang baru. Misalnya dari arah uptrend menjadi downtrend atau sebaliknya.

PRO TIP – biasanya Divergence terjadi pada saat harga menyentuh area Support (area dimana para pembeli akan berminat untuk masuk ke pasar) atau Resistance (area dimana para penjual akan berminat untuk masuk ke pasar)

Contoh indikator Stochastic dengan fenomena divergence - belajar forex trading
Contoh indikator Stochastic dengan fenomena divergence - belajar forex trading

(3) Memberikan signal atau setup Bullish (beli) atau Bearish (jual) setelah terjadinya pullback atau koreksi. Pada umumnya, koreksi akan terjadi diantara level 20-40 (koreksi biasa) atau dibawah level 20 (koreksi tajam) untuk mengambil posisi beli dalam tren yang sedang naik dan diantara level 80-60 (koreksi biasa) atau diatas level 80 (koreksi tajam) untuk mengambil posisi jual dalam tren yang sedang turun.

Contoh indikator Stochastic untuk signal pullback - belajar forex trading
Contoh indikator Stochastic untuk signal pullback - belajar forex trading

Penerapan Stochastic Oscillator dalam Forex Trading

Seperti halnya penggunaan indikator Relative Strength Index (RSI) ataupun indikator yang lainnya, penggunaan indikator STOCH tidak dapat digunakan secara mandiri. Indikator ini harus digabungkan dengan indikator yang lain dan Price Action (tindakan harga atau pola pergerakan harga tertentu) agar mendapatkan signal entry atau masuk yang lebih akurat. 

Dalam contoh berikut ini, indikator STOCH akan digabungkan dengan Moving Average (MA) dan Price Action (PA) untuk mendapatkan signal untuk mengambil suatu posisi trade dalam strategi pullback atau koreksi dalam suatu tren tertentu. Setting atau pengaturan yang akan digunakan adalah STOCH 11,3,3, dan MA dengan periode 20.

PRO TIP

Moving Average (MA) akan digunakan sebagai filter untuk menentukan arah tren. Apabila harga berada dibawah MA maka tren sedang turun atau downtrend. Jika harga berada diatas MA maka tren sedang naik atau uptrend.

STOCH akan digunakan sebagai filter untuk menunjukkan dimana koreksi dari harga akan selesai dan harga akan melanjutkan pergerakan sesuai dengan arah tren yang sedang berlangsung.

Price Action (PA) akan digunakan sebagai signal untuk mengambil suatu trade setelah terjadinya koreksi harga dan harga siap untuk melanjutkan tren yang sedang terjadi. 

Tahapan indikator Stochastic dalam pergerakan downtrend - belajar forex trading

(1) Terjadi downtrend – karena harga bergerak dibawah MA maka dapat disimpulkan bahwa harga sedang melemah untuk suatu jangka waktu tertentu.

(2) Struktur pergerakan harga menunjukkan terbentuknya Lower High (LH)  dan Lower Low (LL) atau harga tertinggi dan harga terendah yang lebih rendah.

(3) Selanjutnya terjadi koreksi harga atau pullback ke MA dibarengi dengan STOCH yang naik ke level Overbought (diatas level 80).

(4) Pullback mendapatkan resistance atau hambatan ketika harga menyentuh MA dan mulai melemah. Selanjutnya harga berkonsolidasi di bawah area MA. Hal ini adalah salah satu bentuk Price Action yang terjadi dalam proses koreksi harga. Konsolidasi harga disini memberitahukan bahwa para penjual sedang mengakumulasi atau membangun posisi jual mereka untuk dapat mendorong harga lebih rendah lagi.

(5) Terjadi breakout dengan momentum yang cukup kuat dari area konsolidasi sesuai dengan arah pergerakan tren. Ini merupakan signal yang bagus untuk mengambil trade sell (jual) dengan hasil atau reward yang memuaskan.

Ketika downtrend berlanjut untuk waktu yang cukup lama maka kamu akan memiliki kesempatan lagi untuk mengambil trade sell (jual) sesuai dengan arah tren dengan mengikuti tahapan-tahapan yang dbahas diatas.

Tahapan atau siklus yang sama akan terjadi juga pada saat terjadi uptrend dengan demikian kamu akan mendapatkan lebih banyak kesempatan lagi untuk mengambil trade yang menguntungkan. Hal ini merupakan salah satu keuntungan dari forex trading dimana kamu bisa mengambil trade buy maupun sell sesuai dengan arah tren.

Berikut contoh trade dari mata uang yang sama dengan time frame atau jangka waktu yang sama, yaitu H4, setelah harga berbalik arah dan memulai tren yang baru yaitu uptrend.

Tahapan indikator Stochastic dalam pergerakan uptrend - belajar forex trading

(1) Terjadi uptrend – karena harga bergerak diatas MA maka dapat disimpulkan bahwa harga sedang menguat untuk suatu jangka waktu tertentu.

(2) Struktur pergerakan harga menunjukkan terbentuknya Higher High (HH)  dan Higher Low (HL) atau harga tertinggi dan harga terendah yang lebih tinggi.

(3) Selanjutnya terjadi koreksi harga atau pullback ke MA dibarengi dengan STOCH yang turun ke level Oversold (dibawah level 20).

(4) Pullback mendapatkan support atau dukungan dari para pembeli ketika harga menyentuh MA dan mulai berbalik arah sesuai dengan tren. Selanjutnya harga membentuk Price Action yang dinamakan sebagai Bullish Engulfing, dimana rentan harga dari bullish candle (candle berwarna hijau), dari harga buka sampai tutup, mencakup atau menutupi tiga bearish candle (candle warna merah) sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa para pembeli mulai masuk kembali ke pasar secara agresif untuk mendorong harga lebih tinggi melanjutkan tren yang sedang berlangsung.

(5) Pola pergerakan harga Bullish Engulfing ini dapat dijadikan signal yang bagus untuk mengambil trade buy (beli) dengan hasil atau reward yang memuaskan.

Ketika uptrend terjadi untuk waktu yang cukup lama maka kamu akan memiliki kesempatan lagi untuk mengambil trade buy (beli) sesuai dengan arah tren dengan mengikuti tahapan-tahapan seperti yang dibahas diatas.

Bagaimana kamu menggunakan indikator Stochastic dalam trading-mu? Berbagilah pengalaman kamu dengan STOCH lewat kotak komentar dibawah. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Memahami Indikator Relative Strength Index untuk Forex Trading

Di artikel-artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai cara membaca dan memahami candlestick dan tren yang merupakan bagian dari analisa teknis di forex trading. Selanjutnya saya akan membahas tentang indikator Relative Strength Index (RSI) dengan perpektif yang berbeda yang dapat digunakan sebagai alat bantu tambahan untuk analisa teknis sehingga analisa yang kamu lakukan dapat memberikan hasil yang lebih baik dan menguntungkan. 

Setelah selesai membaca artikel ini kamu akan menjadi mahir dalam menerapkan indikator RSI untuk strategi trading-mu dengan mengetahui kekuatan dan momentum dari suatu pergerakan harga serta kapan harga mulai melemah dan akan berbalik arah. Dengan demikian kamu dapat mengambil keputusan dan timing yang tepat untuk mengambil suatu trade dengan kualitas yang bagus dan probabilitas kemenangan yang tinggi.

Relative Strength Index (RSI)

Indikator Relative Strength Index atau Indeks Kekuatan Relatif mengukur kekuatan dan momentum dari suatu pergerakan harga dalam suatu jangka waktu tertentu. Apabila terdapat lebih banyak Bullish Candle dalam kurun waktu tertentu maka indikator RSI akan menguat atau garis indikator akan bergerak naik keatas. Sebaliknya kalau terdapat lebih banyak Bearish Candle dalam kurun waktu tertentu maka indikator RSI akan melemah atau garis indikator akan bergerak turun kebawah.

Setting atau pengaturan jangka waktu yang banyak digunakan adalah 14. Setting ini sifatnya fleksibel mengikuti time frame yang digunakan. Contoh: jika menggunakan RSI di time frame D1 (1 hari) maka indikator akan menghitung rasio bullish dan bearish candle selama 14 hari sebelumnya (1 candlestick mewakili 1 hari). Jika digunakan di time frame H1 (1 jam) maka indikator akan menghitung rasio bullish dan bearish candle selama 14 jam sebelumnya (1 candlestick mewakili 1 jam).

Sebagai contoh, apabila RSI menunjukkan angka 60 ini berarti bahwa lebih dari 60% dari 14 candle sebelumnya adalah bullish candle dan kurang dari 40% adalah bearish candle dengan demikian RSI mengindikasikan bahwa harga sedang menguat. Jika RSI menunjukkan angka 40 maka ini berarti bahwa kurang dari 40% dari 14 candle sebelumnya adalah bullish candle dan lebih dari 60% adalah bearish candle sehingga hal ini mengindikasikan bahwa harga sedang melemah.

PRO TIP

Ketika indikator RSI menunjukkan angka diatas 60 maka ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga memiliki momentum yang kuat untuk mendorong harga lebih tinggi untuk suatu jangka waktu tertentu. Sebaliknya ketika indikator RSI menunjukkan angka dibawah 40 maka ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga memiliki momentum yang kuat untuk mendorong harga lebih rendah untuk suatu jangka waktu tertentu.

Contoh ilustrasi penerapan RSI dalam analisa chart - belajar forex trading

Konsep momentum yang dibahas diatas bisa jadi bertentangan dengan pemahaman RSI pada umumnya. 

Menurut pemahaman umum ketika RSI mulai menyentuh level 70 maka hal ini akan dikatakan bahwa harga sudah overbought (pergerakan harga sudah terlalu tinggi atau harga sudah terlalu mahal) sehingga harga akan mulai berbalik arah dan mulai melemah. 

Sebaliknya ketika RSI mulai menyentuh level 30 maka hal ini akan dikatakan bahwa harga sudah oversold (pergerakan harga sudah terlalu rendah atau harga sudah terlalu murah) sehingga harga akan mulai berbalik arah dan mulai menguat.

Apabila kamu mengikuti pemahaman umum ini maka ketika kamu sudah masuk suatu trade dan indikator RSI menunjukkan nilai diatas 70 atau dibawah 30 maka kamu akan keluar dari trade itu karena beranggapan bahwa harga akan mulai melemah dan berbalik arah. Hal ini tidaklah salah untuk dilakukan namun kamu bisa ketinggalan kesempatan untuk memperbesar keuntunganmu ketika harga melanjutkan pergerakannya lebih tinggi atau rendah lagi.

Ilustrasi pergerakan harga berdasarkan indikator RSI - belajar forex trading
Ilustrasi pergerakan harga berdasarkan indikator RSI - belajar forex trading

PRO TIP

Supaya tidak rancu atau terjadi dilema, yang bisa kamu lakukan adalah ketika kamu sudah masuk suatu trade dan harga mulai masuk ke level overbought atau oversold maka kamu dapat menutup sebagian dari posisi kamu (bisa 50% atau 30% atau 25% sesuai dengan strategi dan preferensi kamu) untuk mengunci sebagian keuntungan dan sisanya kamu bisa diamkan atau tahan untuk mengambil kesempatan menambah keuntungan ketika harga terus melanjutkan pergerakannya ke level yang lebih tinggi atau rendah lagi.

Bagaimana penggunaan RSI dalam forex trading?

Terdapat berbagai macam cara untuk menggunakan RSI dalam trading dan hal ini biasanya disesuaikan dengan strategi yang digunakan. Perlu diketahui bahwa suatu indikator baik itu RSI atau yang lainnya tidak dapat digunakan untuk trading dengan sendirinya jadi perlu digabungkan dengan indikator yang lainnya dan/atau Price Action (suatu pola pergerakan harga tertentu) sehingga strategi yang digunakan dapat memberikan hasil yang lebih bagus. Kenapa demikian?

Semua indikator memiliki karakteristik yang sama yaitu semuanya lagging atau dengan kata lain indikator hanya dapat memberikan informasi berdasarkan harga yang lama dan bukan harga yang terkini (live). Hal ini demikian adanya karena indikator menghitung dan memberikan hasil berdasarkan harga penutupan dari candle yang sudah terbentuk. Dengan mengetahui hal ini maka sebaiknya indikator hanya digunakan sebagai filter untuk menentukan apakah suatu setup yang terbentuk valid (bagus) atau tidak, bukan sebagai trigger atau signal untuk mengambil suatu trade.

Contoh strategi reversal atau perubahan arah pergerakan harga

Untuk strategi ini biasanya RSI akan digabungkan dengan Moving Average (MA). RSI akan digunakan sebagai filter untuk menentukan apakah harga sudah mulai melemah dan akan mulai berbalik arah atau tidak dan MA untuk menentukan arah tren. Setting yang digunakan yaitu RSI 14 dan MA 20.

Berikut adalah chart yang mengilustrasikan penggunaan RSI dan MA dalam strategi reversal:

Ilustrasi penerapan RSI untuk strategi reversal - belajar forex trading

(1) Terjadi downtrend atau harga bergerak turun dimana terbentuk lower high dan lower low atau harga tertinggi dan terendah yang lebih rendah dan harga bergerak dibawah MA20. Harga terus bergerak turun sampai terjadinya Divergence.

(2) Divergence adalah suatu fenomena dimana harga bergerak turun tapi RSI bergerak menguat (pergerakan yang berlawanan arah). Divergence disini hanya memiliki fungsi untuk memberitahukan bahwa terjadi pelemahan harga karena sementara masih ada seller untuk mendorong harga lebih rendah lagi namun jumlah seller sudah mulai berkurang dan jumlah buyer mulai bertambah lebih banyak (buyer mulai membangun posisi buy mereka). Jadi disini RSI divergence mengindikasikan akan terjadinya perubahan arah pergerakan harga.

(3) Selanjutnya terjadi perubahan struktur harga dimana harga tidak dapat membentuk lower low atau harga terendah baru namun sebaliknya harga mulai membentuk higher low atau harga terendah baru yang lebih tinggi.

(4) Harga mulai berbalik arah dan bergerak naik diatas MA20 sehingga dimulailah uptrend atau pergerakan harga yang menguat.

(5) Terjadi konsolidasi harga (Price Action) di area harga tertinggi terakhir dari pergerakan downtrend sebelumnya dan selanjutnya harga breakout atau harga keluar dari level harga tertentu dengan momentum yang kuat dan hal ini dapat dijadikan signal untuk masuk posisi buy. Tolong diperhatikan juga bahwa pada saat penutupan harga setelah terjadinya breakout, RSI berada di level sekitar 70 yang mengindikasikan momentum harga yang kuat untuk mendorong harga bergerak lebih tinggi lagi. Contoh ini memberikan hasil trading yang cukup memuaskan bukan?

Dari contoh diatas kamu bisa melihat penggabungan 3 hal dalam strategi reversal ini yaitu (1) RSI, (2) Moving Average dan (3) Price Action. Ketiga hal ini dapat membantu kamu untuk dapat menganalisa chart dengan lebih baik dan mengambil timing untuk masuk trade yang lebih tepat sehingga kamu bisa mendapatkan hasil yang menguntungkan.

Bagaimana kamu menggunakan RSI dalam trading-mu? Silahkan berbagi pengalaman lewat kotak komentar dibawah ini. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Memahami Trend untuk Forex Trading

Di dalam dunia Forex ada istilah terkenal yang menyatakan bahwa “the trend is your friend” atau tren adalah temanmu. Memang banyak terjadi tren dalam Forex yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan yang besar maka dengan demikian tren adalah teman terbaik kamu dalam trading.

Namun sebelumnya kamu perlu mengetahui dasar-dasar dari suatu tren dari awal mulainya sampai berakhirnya trend itu. Simak ulasan berikut ini sehingga setelah kamu selesai membaca artikel ini kamu akan menjadi mahir dalam membaca dan memahami tren untuk keberhasilan forex trading-mu.

Apa yang dimaksud dengan tren?

Tren adalah suatu pergerakan harga menuju satu arah tertentu misalnya harga naik terus atau sebaliknya harga turun terus dalam suatu jangka waktu tertentu. Di dalam Forex terdapat 2 istilah utama untuk tren yaitu:

(1) Uptrend – harga bergerak naik atau menguat secara bertahap untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa adanya koreksi harga yang berarti. Pergerakan harga seperti tangga naik.

ilustrasi chart tren harga naik - belajar forex trading

(2) Downtrend – harga bergerak turun atau melemah secara bertahap untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa adanya koreksi harga yang berarti. Pergerakan harga seperti tangga turun.

ilustrasi chart tren harga turun - belajar forex trading

Siklus pergerakan harga di pasar Forex

Untuk dapat membaca dan memahami tren dengan lebih baik perlu kamu ketahui terlebih dahulu mengenai siklus pergerakan harga yang terjadi di dalam pasar Forex. Siklus ini terdiri dari 4 fase utama sebagai berikut:

(1) Fase akumulasi – dalam fase ini para pembeli atau buyer mulai membeli Forex di beberapa harga yang berbeda-beda untuk membangun posisi beli mereka supaya harga bisa naik. Fase ini bisa terjadi cukup lama sehingga biasanya akan terbentuk suatu range atau rentan harga dimana pembeli dan penjual sedang dalam perang harga untuk menentukan siapa pemenangnya. Namun pada akhirnya setelah para penjual mulai keluar dari pasar maka pembeli akan mengambil alih pergerakan harga sehingga harga akan mulai naik.

(2) Fase uptrend – harga mulai bergerak naik secara bertahap dengan adanya sedikit koreksi dimana beberapa dari pembeli mulai mengambil keuntungan dan juga untuk menambah posisi baru mereka sesuai dengan pergerakan tren harga. Selain daripada para pembeli awal, fase koreksi ini memberikan kesempatan kepada para pembeli baru untuk ikut serta dalam tren yang sudah terjadi sehingga akan lebih menguatkan tren itu. Fase ini bisa berlangsung cukup lama sampai di suatu level harga tertentu dimana para penjual mulai masuk ke pasar untuk membeli di harga yang sudah tinggi. Ketika hal ini terjadi maka tren akan mulai melemah karena para pembeli mulai keluar dari pasar dan para penjual mulai mendominasi pergerakan harga. 

ilustrasi pergerakan harga forex fase akumulasi - belajar forex trading

(3) Fase distribusi – dalam fase ini terjadi perang harga lagi antara pembeli dan penjual sehingga akan terbentuk range atau rentan harga yang baru. Disini hal yang terjadi adalah penjual mulai membangun posisi jual mereka dengan membeli Forex dari para pembeli yang menjual posisi beli mereka di harga yang sudah tinggi. Seraya pembeli mulai keluar dari pasar maka posisi penjual akan lebih menguat dan akan mulai mengambil kendali untuk mendorong harga turun dan memulai tren yang baru.

(4) Fase downtrend – harga mulai bergerak turun secara bertahap dengan adanya sedikit koreksi dimana beberapa dari penjual mulai mengambil keuntungan dan juga untuk menambah posisi baru mereka sesuai dengan pergerakan tren harga. Selain daripada para penjual awal, fase koreksi ini memberikan kesempatan kepada para penjual baru untuk ikut serta dalam tren yang sudah terjadi sehingga akan lebih menguatkan tren itu. Fase ini bisa berlangsung cukup lama sampai di suatu level harga tertentu dimana para pembeli mulai masuk pasar untuk membeli di harga yang sudah rendah. Ketika hal ini terjadi maka tren akan mulai melemah karena para penjual mulai keluar dari pasar dan para pembeli mulai mendominasi pergerakan harga.

ilustrasi chart pergerakan harga downtrend - belajar forex trading

Selanjutnya siklus akan kembali ke awal mulai dari fase 1 lagi dan siklus ini akan terus terjadi secara berulang di dalam pasar Forex. Maka dengan mengetahui siklus ini kamu akan bisa dengan lebih baik untuk mengambil waktu yang tepat untuk mengambil trade di awal mulainya tren baru sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari tren yang terjadi.

Nah setelah kamu memahami siklus pergerakan harga dengan baik maka sekarang mari kita pelajari ciri-ciri dan karakteristik dari suatu uptrend dan downtrend yang sangat berguna untuk kesuksesan trading-mu.

Membaca dan memahami Uptrend

Apa yang menjadi karakteristik utama dari uptrend?

(1) Terbentuknya higher low – posisi harga terendah baru lebih tinggi daripada harga terendah sebelumnya.

(2) Terbentuknya higher high – posisi harga tertinggi baru lebih tinggi daripada harga tertinggi sebelumnya.

(3) Koreksi kecil antara harga tertinggi dan terendah sebelumnya.

(4) Harga dengan mudah membentuk harga tertinggi baru setelah koreksi.

ilustrasi chart pergerakan harga higher low dan high - belajar forex trading

Awal terbentuknya uptrend dimulai dari fase 1 dimana terjadi akumulasi posisi beli yang banyak sehingga harga mulai menguat. Pembeli mulai agresif dalam membeli Forex di pasar dan mau untuk membeli di harga yang lebih tinggi. Dengan demikian terbentuklah higher low di dalam range atau rentan harga yang terbentuk sehingga akhirnya harga bisa menembus keluar dari range itu, yang biasanya disebut dengan breakout, dan memulai uptrend.

ilustrasi chart pergerakan harga fase akumulasi dan uptrend - belajar forex trading

Apabila setelah breakout harga memiliki momentum untuk naik lebih lanjut maka harga akan segera naik relatif cepat dengan membentuk pergerakan seperti tangga yang naik. Pada fase ini koreksi yang terjadi relatif kecil namun harga dengan mudah untuk membuat harga tertinggi baru setelah koreksi. 

penjelasan chart pergerakan harga uptrend - belajar forex trading

Setelah tren berlangsung cukup lama maka biasanya tren akan mulai melemah. Biasanya pelemahan tren diawali dengan koreksi yang cukup tajam dari yang sebelumnya dimana koreksi bisa mencapai atau mendekati harga terendah terakhir. Setelah koreksi ini biasanya harga tidak mudah untuk membuat harga tertinggi baru atau bahkan tidak bisa melampaui harga tertinggi sebelumnya. Hal ini terjadi karena penjual sudah mulai masuk ke pasar dan mulai membangun posisi mereka untuk menurunkan harga.

penjelasan chart pergerakan harga fase transisi - belajar forex trading

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ketika koreksi yang terjadi relatif kecil dan harga dapat dengan mudah untuk membuat harga tertinggi baru maka uptrend itu masih kuat. Namun ketika koreksi yang terjadi cukup tajam dan harga tidak bisa atau susah untuk membuat harga tertinggi baru maka uptrend itu sudah mulai melemah dan akan masuk ke fase konsolidasi.

Dengan mengetahui ciri-ciri pergerakan tren seperti ini maka kamu akan dapat mengatur waktu yang tepat untuk masuk dan keluar trade beli atau buy, berdasarkan trading plan-mu, dengan keuntungan yang cukup besar dari awal sampai berakhirnya uptrend yang terjadi. 

Lihat contoh trade berikut ini:

contoh trade dengan pergerakan harga uptrend - belajar forex trading

Membaca dan memahami Downtrend

Apa yang menjadi karakteristik utama dari downtrend?

(1) Terbentuknya lower high – posisi harga tertinggi baru lebih rendah daripada harga tertinggi sebelumnya.

(2) Terbentuknya lower low – posisi harga terendah baru lebih rendah daripada harga terendah sebelumnya.

(3) Koreksi kecil antara harga terendah dan tertinggi sebelumnya.

(4) Harga dengan mudah membentuk harga terendah baru setelah koreksi.

penjelasan chart pergerakan harga fase downtrend

Awal terbentuknya downtrend dimulai dari fase 3 dimana terjadi distribusi posisi jual yang banyak sehingga harga mulai melemah. Penjual mulai agresif dalam membeli Forex di pasar dan mau untuk membeli di harga yang lebih rendah. Dengan demikian terbentuklah lower high di dalam range atau rentan harga yang terbentuk sehingga akhirnya harga bisa menembus keluar dari range itu, yang biasa disebut dengan breakout, dan memulai downtrend.

penjelasan awal terbentuknya downtrend - belajar forex trading

Apabila setelah breakout harga memiliki momentum untuk turun lebih lanjut maka harga akan segera turun relatif cepat dengan membentuk pergerakan seperti tangga yang turun. Pada fase ini koreksi yang terjadi relatif kecil namun harga dengan mudah untuk membuat harga terendah baru setelah koreksi. 

penjelasan chart pergerakan harga downtrend - belajar forex trading

Setelah tren berlangsung cukup lama maka biasanya tren akan mulai melemah. Biasanya pelemahan tren diawali dengan koreksi yang cukup tajam dari yang sebelumnya dimana koreksi bisa mencapai atau mendekati harga tertinggi terakhir. Setelah koreksi ini biasanya harga tidak mudah untuk membuat harga terendah baru atau bahkan tidak bisa melampaui harga terendah sebelumnya. Hal ini terjadi karena pembeli sudah mulai masuk ke pasar dan mulai membangun posisi mereka untuk menaikkan harga.

penjelasan chart pergerakan harga fase konsolidasi - belajar forex trading

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ketika koreksi yang terjadi relatif kecil dan harga dapat dengan mudah untuk membuat harga terendah baru maka downtrend itu masih kuat. Namun ketika koreksi yang terjadi cukup tajam dan harga tidak bisa atau susah untuk membuat harga terendah baru maka downtrend itu sudah mulai melemah dan akan masuk ke fase konsolidasi.

Dengan mengetahui ciri-ciri pergerakan tren seperti ini maka kamu akan dapat mengatur waktu yang tepat untuk masuk dan keluar trade jual atau sell, berdasarkan trading plan-mu, dengan keuntungan yang cukup besar dari awal sampai berakhirnya downtrend yang terjadi.

Lihat contoh trade berikut ini:

ilustrasi chart pergerakan harga trade jual - belajar forex trading

Jadi apa pendapatmu setelah kamu mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang uptrend dan downtrend, apakah tren benar-benar adalah teman atau sahabat terbaikmu? 

Bagaimana pengalamanmu trading dengan tren yang sedang terjadi?

Silakan berbagai cerita dan pengalaman di kotak komentar dibawah ini. Dan kalau ada teman atau kerabat kamu yang berminat atau sedang belajar forex trading silakan di share artikel ini. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Membaca dan Memahami Candlestick untuk Forex Trading

Apa itu candlestick?

Berdasarkan situs Investopedia candlestick adalah suatu jenis chart harga pasangan mata uang yang digunakan dalam analisa teknis yang menampilkan posisi harga tertinggi, terendah, buka dan tutup dalam suatu jangka waktu tertentu.

Candlestick pertama kali digunakan oleh para pedagang beras di Jepang beberapa ratus tahun yang lalu sebelum menjadi populer digunakan oleh para trader di Amerika Serikat. Kegunaan dari candlestick pada waktu itu adalah untuk mengikuti harga pasaran beras dan mengetahui momentum pergerakan harga setiap harinya. 

Kegunaan candlestick di forex trading hampir sama dimana seorang trader akan melihat candlestick dari suatu pasangan mata uang tertentu untuk mencari pola-pola tertentu di dalam chart untuk mengambil suatu trade.

Bagaimana membaca candlestick?

Candlestick terbentuk dari 4 harga utama yaitu harga buka, tutup, tertinggi dan terendah. Harga buka dan tutup akan membentuk body atau tubuh dari candlestick itu sedangkan harga tertinggi dan terendah akan membentuk tail atau ekornya. Gambar dibawah ini mengilustrasikan terbentuknya sebuah candlestick.

ilustrasi candlestick - belajar forex trading

Memahami informasi yang diberikan oleh candlestick

Agar dapat memahami informasi dari candlestick kamu perlu mengetahui konsep tentang supply and demand atau penawaran dan permintaan. Penawaran dan permintaan inilah yang membuat harga mata uang bergerak di pasar. Apabila terjadi banyak permintaan di pasar untuk suatu mata uang tertentu maka harga mata uang itu akan menguat. Sebaliknya kalau banyak penawaran di pasar maka harganya akan melemah.

gambar ilustrasi permintaan dan penawaran - belajar forex trading

Lalu siapa yang mengajukan penawaran dan permintaan itu?

Penawaran akan diberikan oleh orang-orang yang mau menjual atau sering disebut sebagai seller atau penjual sedangkan permintaan akan diajukan oleh orang-orang yang mau membeli atau sering disebut sebagai buyer atau pembeli. Interaksi antara pembeli dan penjual inilah yang membuat harga bergerak baik itu naik atau turun.

Nah dengan mengetahui dasar konsep penawaran dan permintaan ini kamu akan lebih dapat memahami informasi candlestick dengan lebih baik.

Dalam proses pembentukkan candlestick terjadi pertarungan antara penjual dan pembeli (penawaran dan permintaan) untuk suatu jangka waktu tertentu (bisa 1 jam, 4 jam, 1 hari atau yang lainnya).  Di akhir dari jangka waktu ini pemenang pertarungan tadi akan menentukan bentuk dari candlestick berdasarkan dimana harga tutup relatif dengan harga bukanya.

 Apabila harga tutup lebih tinggi dari harga bukanya maka akan terbentuk body atau badan dari candlestick itu yang biasanya memiliki warna hijau dan disebut sebagai bullish candle. Candle ini mengartikan bahwa buyer atau pembeli menang dalam pertarungan harga dan sedang mengambil kendali dalam pergerakan harga di pasar sehingga harga akan cenderung menguat.

ilustrasi bullish candle - belajar forex trading

Sebaliknya apabila harga tutup lebih rendah dibandingkan dengan harga bukanya maka akan terbentu body atau badan dari candlestick itu yang biasanya memiliki warna merah dan disebut sebagai bearish candle. Candle ini mengartikan bahwa seller atau penjual menang dalam pertarungan harga dan sedang mengambil kendali dalam pergerakan harga di pasar sehingga harga akan cenderung melemah.

ilustrasi bearish candle - belajar forex trading

Ukuran dari body yang terbentuk bervariasi tergantung dari seberapa besar atau kecil perbedaan antara harga buka dan tutup. Semakin besar perbedaan antara harga buka dan tutup maka semakin besar juga body yang terbentuk. Sebaliknya kalau perbedaan harganya hanya sedikit maka body yang terbentuk akan lebih kecil ukurannya. Bisa juga terjadi kondisi dimana harga buka dan tutupnya sama atau beda tipis sehingga tidak membentuk body tapi hanya garis horisontal kecil atau body yang sangat kecil.

ilustrasi perbedaan bentuk candlestick - belajar forex trading

Ukuran dari body dapat menunjukkan momentum dan kekuatan dari suatu harga mata uang. Jika ukuran body-nya besar dan berwarna hijau maka pergerakan harga akan cenderung menguat untuk kedepannya namun sebaliknya kalau berwarna merah maka pergerakan harga akan cenderung melemah untuk kedepannya.

Momentum dan kekuatan dari harga ini yang biasanya akan membentuk suatu tren harga mata uang tertentu baik itu naik atau turun. Di dalam pasar forex banyak terjadi tren yang dipengaruhi oleh momentum dan kekuatan dari candlestick akibat dari perbedaan antara volume penawaran dan permintaan.  

Jika volume permintaan lebih besar dari penawaran (lebih banyak bullish candle daripada bearish candle yang terbentuk) maka harga akan menguat dan akan terjadi tren harga naik. Sebaliknya jika volume penawaran lebih besar dari permintaan (lebih banyak bearish candle daripada bullish candle yang terbentuk) maka harga akan melemah dan akan terjadi tren harga turun.

ilustrasi tren harga naik - belajar forex trading
ilustrasi tren harga turun - belajar forex trading

Namun kalau ukuran body candlestick-nya tidak terlalu besar atau berukuran sedang atau kecil maka biasanya tidak akan terbentuk suatu tren tertentu. Biasanya yang terjadi adalah harga bergerak sideways atau datar. Kenapa demikian?

Mengacu kepada prinsip supply dan demand hal ini disebabkan oleh karena volume penawaran dan permintaan tidak berbeda jauh atau hampir sama sehingga tidak ada pemenang dalam pertarungan antara penjual dan pembeli (jumlah candle bullish dan bearish yang terbentuk hampir sama). Oleh karena tidak adanya pemenang maka harga akan bergerak datar tanpa adanya tren. 

ilustrasi pergerakan harga datar - belajar forex trading

Saya harap kamu sudah mendapatkan pemahaman yang jelas tentang bagaimana cara membaca candlestick dengan baik dan memahami informasi yang diberikannya. Informasi ini sangat berguna nantinya dalam membaca pattern atau pola yang terbentuk oleh candlestick yang dapat membantu kamu untuk mengambil suatu trade tertentu sesuai dengan strategi yang kamu gunakan.

Bagaimana cara kamu membaca dan menggunakan candlestick dalam trading-mu?

Silahkan berbagi pengalamanmu di kotak komentar dibawah ini.

Apabila kamu menyukai artikel ini jangan lupa untuk membagikannya ke teman-teman yang sedang belajar forex trading supaya mereka juga bisa mendapatkan manfaatnya. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Korelasi Pasangan Mata Uang untuk Forex Trading

KORELASI – berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia kata itu memiliki arti hubungan timbal balik atau sebab akibat. Bagaimana penerapan korelasi dalam dunia mata uang global?

Setiap mata uang yang diperdagangkan di dalam pasar Forex memiliki pasangannya sendiri-sendiri seperti misalnya AUDUSD, EURUSD dan GBPUSD. Dari ketiga contoh pasangan mata uang ini apakah kamu bisa melihat ada satu mata uang yang sama di setiap pasangan mata uang itu?

Dalam hal ini ketiga pasangan mata uang tadi memiliki satu kesamaan mata uang yaitu US Dollar (USD). Oleh karena kesamaan USD inilah maka dapat dikatakan bahwa ketiga pasangan mata uang itu berkorelasi satu sama lain dimana pergerakan harganya dipengaruhi oleh pergerakan harga USD.

Jadi apabila pergerakan harga USD sedang menguat maka harga dari AUDUSD, EURUSD dan GBPUSD akan cenderung melemah. Sebaliknya apabila USD melemah maka ketiga pasangan mata uang itu akan cenderung menguat.

Meskipun AUD, EUR dan GBP adalah tiga mata uang yang berbeda-beda tapi ketiganya dapat bergerak dengan arah yang sama oleh karena pengaruh dari USD maka dapat disimpulkan bahwa ketiga mata uang itu memiliki korelasi.

Dimana kamu dapat mengecek korelasi pasangan mata uang untuk Forex Trading?

Situs yang saya gunakan untuk mengecek korelasi adalah Mataf dan kamu dapat menggunakannya secara GRATIS!

tampilan halaman muka mataf - belajar forex trading

Di dalam situs ini terdapat beragam instrumen yang bisa kamu cek korelasinya. Instrumen-instrumen yang tersedia adalah sebagai berikut:

(-) Indeks mata uang

(-) Pasangan mata uang Forex

(-) Indeks saham

(-) Komoditas

(-) Obligasi

Kamu bisa memilih instrumen yang kamu inginkan di dalam kotak “Excluded“.

kotak berjudul excluded di mataf - belajar forex trading

Selain itu terdapat 5 time frame yang berbeda yang menyajikan informasi korelasi untuk instrumen-intrumen diatas yaitu:

(-) Daily (1 hari)

(-) 4 hours (4 jam)

(-) Hourly (1 jam)

(-) 15 min (15 menit)

(-) 5 min (5 menit)

time frame yang tersedia di mataf - belajar forex trading

Dengan beragam time frame yang disediakan maka kamu dapat mengecek korelasi sesuai dengan strategi yang kamu gunakan. Apabila kamu adalah seorang day trader maka kamu bisa mengecek korelasi di time frame 15 menit atau 5 menit. Jika kamu adalah seorang swing trader maka kamu bisa mengecek korelasi di time frame 1 jam atau 4 jam atau 1 hari.

Bagaimana informasi korelasi ini dapat digunakan?

Manajemen Risiko

Tugas utama dari seorang trader yang profesional adalah untuk mengatur semua risiko dari trade yang akan diambil sehingga apabila terjadi kerugian maka kerugian itu terbatas dan tidak akan membuat jebol akun trading-nya. Bukan hanya untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya ya 🙂. Dengan menerapkan pola pengaturan risiko yang baik maka profit atau keuntungan itu akan datang dengan sendirinya. Tolong selalu diingat tentang hal ini.

Dengan mengingat hal yang diatas maka penting untuk mengetahui apakah ada trade yang akan diambil yang memiliki korelasi. Apabila kamu akan mengambil 3 trade pasangan mata uang yang memiliki korelasi tinggi seperti misalnya EURUSD, USDCHF dan NZDUSD, kamu harus dapat mengantisipasi bahwa jika salah satu dari ketiga pasangan mata uang ini mengalami koreksi dan mengeksekusi order Stop Loss kamu maka kedua pasangan lainnya kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama.

Maka dari itu sangatlah penting untuk mengatur jumlah lot atau posisi yang kamu ambil sehingga dapat menghindari kerugian yang besar.

Skenario yang bisa kamu hadapi pada saat trading adalah seperti ini. Karena ketiga pasangan mata uang tadi memiliki korelasi yang tinggi maka biasanya signal untuk masuk trade akan terjadi pada saat yang sama atau tidak berbeda terlalu jauh. Maka apabila terjadi hal demikian apa yang dapat kamu lakukan?

Ada 3 opsi yang bisa kamu pilih:

(1) Kamu bisa memilih satu pasangan mata uang terbaik yang memiliki setup paling bagus sesuai dengan trading plan kamu dan memiliki Risk to Reward Ratio (RRR) terbesar. Misalnya jumlah risiko yang sudah kamu tentukan adalah 1% per trade maka kamu bisa ambil full position (membeli lot senilai dengan 1% dari jumlah akun kamu) untuk trade ini.

contoh hitungan position size di mataf - belajar forex trading

Contoh diatas menunjukkan bahwa apabila kamu mempunyai akun trading sebesar USD 10.000 maka risiko 1% nya adalah USD 100. Dengan demikian kamu hanya boleh membeli sejumlah lot atau kontrak dengan total harga maksimum sebesar USD 100. Tidak boleh lebih tapi kalau kurang sedikit tidak apa-apa.

(2) Kamu bisa memilih dua pasangan terbaik yang memiliki setup yang bagus sesuai dengan trading plan kamu dan memiliki Risk to Reward Ratio (RRR) yang cukup besar. Dalam hal ini maka risiko akan dibagi menjadi dua sehingga untuk masing-masing pasangan mata uang memiliki risiko 0,5% dengan demikian total risiko kamu tetap 1%.

contoh hitungan position size di mataf - belajar forex trading

Contoh diatas menunjukkan bahwa apabila kamu mempunyai akun trading sebesar USD 10.000 maka risiko 0,5% nya adalah USD 50. Dengan demikian kamu hanya boleh membeli sejumlah lot atau kontrak dengan total harga maksimum sebesar USD 50 untuk setiap pasangan mata uang.

(3) Kamu bisa mengambil ketiga pasangan mata uang itu karena menurut kamu semuanya memiliki setup yang bagus sesuai dengan trading plan kamu dan memiliki Risk to Reward Ratio (RRR) yang bagus juga. Maka dalam kondisi seperti ini kamu harus membagi total risiko 1% tadi menjadi 3 dimana masing-masing pasangan mata uang akan memiliki risiko sebesar 0,33% sehingga total risiko kamu tetap 1%.

contoh hitungan position size di mataf - belajar forex trading

Contoh diatas menunjukkan bahwa apabila kamu mempunyai akun trading sebesar USD 10.000 maka risiko 0,33% nya adalah USD 33. Dengan demikian kamu hanya boleh membeli sejumlah lot atau kontrak dengan total harga maksimum sebesar USD 33 untuk masing-masing pasangan mata uang.

Dengan menerapkan pola pengaturan risiko seperti ini maka pada saat ketiga trade ini mengalami kerugian maka kerugian kamu hanyalah 1% bukannya 3%. Secara psikologi kamu akan lebih mudah untuk menerima kerugian 1% dibandingkan 3% sehingga emosi kamu dapat tetap terkendali dan kamu dapat melanjutkan trading dengan disiplin dan secara konsisten tanpa dipengaruhi oleh emosimu.

Mengantisipasi perubahan pasar mata uang

Apabila dua atau lebih pasangan mata uang memiliki korelasi dalam jangka waktu yang panjang dan tiba-tiba ada perubahan korelasi maka hal ini dapat menunjukkan bahwa pasar mata uang tertentu akan mengalami perubahan.

Sebagai contoh, jika pasangan mata uang EURUSD dan GBPUSD memiliki korelasi yang tinggi dalam jangka waktu beberapa bulan dan kemudian mulai tidak menunjukkan korelasi lagi, maka itu bisa menjadi tanda bahwa sentimen pasar yang berkaitan dengan Euro (EUR) dan/atau Poundsterling (GBP) sedang dalam proses perubahan dimana salah satu dari mata uang itu akan memulai trend yang baru atau mengakhiri suatu trend yang sudah berlangsung.

Untuk dapat memvisualisasikan contoh diatas, silahkan lihat chart berikut ini:

contoh korelasi di chart trading view - belajar forex trading

Kalau kamu perhatikan chart Daily (1 hari) dari EURUSD dan GBPUSD, dua pasangan mata uang ini berkorelasi tinggi selama beberapa bulan dari tanggal 25 September 2020 sampai dengan tanggal 6 Januari 2021. Setelah itu terjadi perubahan korelasi dimana harga GBPUSD tetap naik tapi harga EURUSD melemah. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen mata uang GBP tetap kuat tapi sentimen mata uang EUR mulai melemah.

Dengan mengetahui informasi perubahan sentimen ini maka kamu dapat mengatur ulang strategi kamu untuk mata uang EUR dan GBP. Untuk pasangan mata uang EUR kamu akan memiliki bias atau preferensi sell atau jual (karena EUR sedang melemah) dan untuk pasangan mata uang GBP kamu akan memiliki bias atau preferensi buy atau beli (karena GBP masih tetap menguat). 

Informasi yang berharga seperti ini dapat membantu kamu meningkatkan kualitas dari trade yang kamu ambil sehingga dapat memberikan hasil yang lebih optimal. Dengan demikian kamu bisa menjadi seorang trader yang lebih sukses dan menguntungkan.

Bagaimana cara menggunakan tool atau alat korelasi Forex?

Kalau kamu melihat di bagian atas dari halaman website Forex Factory disitu terdapat dua kotak dengan judul “Excluded” dan “Included“. Di dalam masing-masing kotak terdapat pasangan mata uang yang sudah disediakan. 

kotak berjudul excluded dan included di mataf - belajar forex trading

Di dalam kotak “Excluded” terdapat semua instrumen yang ada di Forex Factory seperti yang disebutkan diatas. Sedangkan di dalam kotak “Included” terdapat sejumlah pasangan mata uang yang sudah ditampilkan secara langsung pada saat website dibuka.

Pasangan mata uang yang ada di dalam kotak “Included” adalah pasangan mata uang yang akan dievaluasi dan diberikan nilai korelasinya.

Nah untuk dapat melihat nilai korelasi pasangan mata uang yang diinginkan silahkan ikuti langkah berikut ini:

(1) Hapus pasangan mata uang yang tidak diinginkan dari kolom “Included” dengan meng-klik pasangan mata uang yang bersangkutan.

panduan menghapus pasangan mata uang di mataf - belajar forex trading

(2) Untuk menambahkan pasangan mata uang yang diinginkan silahkan pilih dan klik pasangan mata uang dari kotak “Excluded“. Setelah di klik maka pasangan mata uang itu akan pindah dan masuk ke dalam kotak “Included“. Silahkan scroll di dalam kotak “Excluded” untuk melihat semua instrumen yang tersedia.

panduan memilih pasangan mata uang di mataf - belajar forex trading

(3) Setelah semua pasangan mata uang yang kamu mau lihat nilai korelasinya ada di dalam kotak “Included” silahkan klik tombol “Refresh” yang ada di bawah kotak “Excluded“. Sebagai contoh saya telah memilih tiga pasangan mata uang yaitu: AUDJPY, CADJPY dan EURJPY.

panduan menampilkan hasil korelasi di mataf - belajar forex trading

(4) Untuk melihat hasil korelasi, silahkan scroll ke bagian tengah dari halaman website. Disitu akan ditampilkan nilai koefisien korelasi dari pasangan mata uang yang dicari.

contoh hasil korelasi di mataf - belajar forex trading

(5) Untuk memahami hasil nilai koefisien korelasi silahkan simak penjelasan dibawah ini.

Bagaimana memahami nilai koefisien korelasi Forex?

Koefisien korelasi yang ditampilkan di Mataf menentukan apakah dua atau lebih pasangan mata uang memiliki pergerakan harga yang sama atau tidak. Sebagai acuan secara umum, koefisien berikut ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam memahami hasil nilai korelasi:

(-) Apabila nilai dari korelasi menunjukkan koefisien yang tinggi dengan angka 80 keatas dan angka tersebut positif maka pasangan mata uang yang bersangkutan akan bergerak dengan arah yang sama.

(-)  Apabila nilai dari korelasi menunjukkan koefisien yang tinggi dengan angka 80 keatas namun angka tersebut negatif maka pasangan mata uang yang bersangkutan akan bergerak dengan arah yang berbeda.

(-) Apabila nilai dari korelasi menunjukkan koefisien yang rendah dengan angka 60 kebawah, baik angka itu positif atau negatif, maka pasangan mata uang yang bersangkutan tidak bergerak dengan arah yang sama.

Kalau melihat kembali contoh diatas maka hasil korelasi dari ketiga mata uang tadi dapat diartikan sebagai berikut:

(-) Pasangan mata uang EURJPY dan CADJPY memiliki nilai koefisien yang tinggi dan positif (96) maka kedua pasangan mata uang ini akan bergerak dengan arah yang sama. 

contoh pergerakan harga yang memiliki korelasi tinggi dan positif - belajar forex trading

(-) Pasangan mata uang AUDJPY dan CADJPY memiliki nilai koefisien yang tinggi dan positif (80) maka kedua pasangan mata uang ini akan bergerak dengan arah yang sama. 

contoh pergerakan harga yang memiliki korelasi tinggi dan positif - belajar forex trading

(-) Pasangan mata uang AUDJPY dan EURJPY memiliki nilai koefisien 73 dan positif maka kedua pasangan mata uang ini akan bergerak secara relatif dengan arah yang sama karena nilainya masih diatas 60 dan mendekati angka 80.

contoh pergerakan harga yang memiliki korelasi cukup tinggi dan positif - belajar forex trading

Saya ingin berbagi dua contoh tambahan dimana hasil korelasi memiliki koefisien tinggi tapi negatif dan yang memiliki koefisien rendah untuk dapat membantu pemahaman yang lebih baik.

Contoh pertama, korelasi antara pasangan mata uang AUDCAD dan EURJPY yang memiliki koefisien tinggi tapi negatif. Kedua pasangan ini akan bergerak dengan arah yang berbeda.

contoh hasil korelasi tinggi tapi negatif di mataf - belajar forex trading
contoh pergerakan harga yang memiliki korelasi tinggi tapi negatif - belajar forex trading

Contoh kedua, korelasi antara pasangan mata uang AUDNZD dan EURGBP yang memiliki koefisien rendah. Kedua pasangan ini tidak bergerak dengan arah yang sama.

contoh hasil korelasi rendah di mataf - belajar forex trading
contoh pergerakan harga yang memiliki korelasi rendah - belajar forex trading

Sekarang kamu bisa melihat bahwa informasi terkait korelasi pasangan mata uang sangatlah berguna dalam trading kamu. Maka penting bagi kamu untuk memasukkan ini dalam trading plan kamu sehingga kamu akan selalu diingatkan untuk mengecek korelasi sebelum mengambil suatu trade.

Dengan melakukan ini kamu akan dapat mengatur risiko kamu dengan lebih baik, mengetahui sentimen mata uang secara keseluruhan dan mengantisipasi perubahan pasar sehingga kamu dapat meningkatkan kualitas trade kamu dan probabilitas kemenangan forex trading-mu.

Bagaimana kamu menggunakan informasi korelasi pasangan mata uang dalam trading-mu? Silahkan berbagi pengalaman di dalam kotak komentar dibawah. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Menggunakan Kalender Forex untuk Forex Trading

Di artikel saya sebelumnya yang berjudul “Belajar Menggunakan Chart untuk Forex Trading” saya membahas tentang salah satu tool atau alat yang saya gunakan untuk menganalisa maket atau pasar. Di dalam artikel ini saya akan membahas  tentang tool lainnya yang tidak kalah penting yaitu kalender forex dan untuk hal ini saya menggunakan kalender yang disediakan oleh Forex Factory.

halaman muka kalender forex factory - belajar forex trading

Kenapa Forex Factory?

(1) GRATIS untuk digunakan dan lengkap informasinya.

fitur forex factory - belajar forex trading

(2) Menyajikan kalender ekonomi untuk pasangan mata uang utama seperti Australian Dollar (AUD), Canadian Dollar (CAD), Swiss Franc (CHF), Chinese Yuan (CNY), Euro Dollar (EUR), British Pound (GBP), Japanese Yen (JPY), New Zealand Dollar (NZD) dan US Dollar (USD).

(3) Menyediakan berbagai macam jenis laporan ekonomi seperti Growth (Pertumbuhan), Inflation (Inflasi), Employment (Pekerjaan), Central Bank (Bank Sentral), Bonds (Obligasi), Housing (Perumahaan), Consumer Surveys (Survei Konsumen), Business Surveys (Survei Bisnis) dan Speeches (Pidato dari Gubernur Bank Sentral).

(4) Menyajikan informasi tentang jenis dampak yang diperkirakan terhadap mata uang terkait seperti High (Tinggi) – warna merah, Medium (Sedang) – warna oranye, Low (Rendah) – warna kuning dan Non Impact (Tidak Berdampak) – warna abu-abu.

(5) Dapat melihat laporan ekonomi per hari atau minggu dan dapat juga melihat laporan yang sudah berlalu atau yang akan datang.

(6) Tersedia Filter untuk menyortir jenis mata uang, laporan ekonomi dan jenis dampak tertentu sesuai kebutuhan.

(7) Waktu keluar laporan bisa disesuaikan dengan zona waktu dimana kamu berada jadi tidak perlu bingung untuk melakukan konversi waktu. (Langkah pengaturan zona waktu dijelaskan dibawah)

(8) Waktu penyajian hasil laporan ekonomi tepat waktu  dan akurat. Beberapa menit sebelum hasil laporan keluar akan ada tombol hijau di kolom “Actual” dan pada jam laporan keluar kamu tinggal menekan tombol itu dan hasil laporan akan langsung keluar.

FUNGSI KALENDER FOREX

Memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi ekonomi global

Forex Factory memberikan informasi tentang kapan, hari dan jam, laporan ekonomi untuk semua mata uang utama di dunia akan dikeluarkan. Hal ini akan dapat memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi global setiap saat diperlukan. 

Di dalam Forex Factory kamu dapat mengatur zona waktu sesuai dengan tempat tinggalmu. Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukannya: 

(1) Tekan link yang menunjukkan jam

cara mengatur zona waktu di forex factory - belajar forex trading

(2) Browser akan secara otomatis menyesuaikan dengan zona waktu yang ada di laptop atau PC atau tablet-mu. Selanjutnya silahkan tekan tombol “Save Settings“.

cara mengatur zona waktu di forex factory - belajar forex trading

(3) Klik tab “Calender” di bagian atas browser untuk kembali ke halaman Calender

cara mengatur zona waktu di forex factory - belajar forex trading

Catatan: apabila kamu membersihkan browsing history dan cookies, zona waktu kalender akan kembali ke posisi default atau posisi awal maka kamu harus mengatur ulang zona waktu yang kamu inginkan dengan mengikuti petunjuk diatas.

Setelah melakukan pengaturan maka kamu akan bisa melihat dengan pasti kapan laporan ekonomi itu akan keluar sesuai dengan zona waktu dimana kamu berada tanpa harus mengkonversikannya lagi.

Biasanya yang saya lakukan di awal minggu adalah melihat kalender secara keseluruhan sehingga saya dapat mengetahui di awal kapan laporan-laporan penting akan keluar. Dengan melakukan hal ini maka saya bisa menyesuaikan waktu untuk masuk, keluar atau menahan suatu trade

Hal ini perlu kamu lakukan juga sebagai rutinitas apabila kamu ingin menjadi seorang trader profesional yang sukses.

Mengetahui jenis laporan ekonomi yang mempengaruhi pergerakan mata uang

Fungsi utama dari kalender forex adalah untuk mengetahui apakah akan ada berita atau laporan ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga suatu mata uang. Karena seberapa bagus pun setup atau pola yang sudah terbentuk di chart tapi kalau laporan ekonomi tidak mendukung maka setup itu akan menjadi tidak berguna atau tidak valid lagi.

Sebagai contoh laporan ekonomi Non-Farm Payrolls (NFP) yang berkaitan dengan US Dollar (USD) adalah laporan yang sangat populer dan berdampak signifikan terhadap pergerakan harga USD. Kenapa demikian?

NFP memberikan laporan yang berkaitan dengan perubahan jumlah orang yang memiliki pekerjaan selama satu bulan terakhir diluar tenaga kerja di bidang pertanian. Apabila jumlah tenaga kerja di bulan yang dilaporkan hasilnya lebih besar dari prediksi para analis dan dari bulan sebelumnya maka ini akan berdampak positif terhadap mata uang USD. 

Biasanya harga USD akan naik setelah hasil laporan keluar karena penambahan jumlah tenaga kerja memberikan indikasi bahwa kekuatan belanja konsumen akan meningkat dimana hal ini akan menunjang peningkatan kegiatan ekonomi nasional secara keseluruhan dan signifikan. Namun apabila hasilnya lebih kecil maka biasanya harga mata uang USD akan melemah.

contoh laporan ekonomi di forex factory - belajar forex trading
Contoh hasil laporan NFP tanggal 7 Mei 2021
dampak hasil nfp terhadap pergerakan harga di chart eurusd - belajar forex trading
Dampak terhadap pergerakan harga di time frame 1 jam
dampak hasil nfp terhadap pergerakan harga di chart eurusd - belajar forex trading
Dampak terhadap pergerakan harga di time frame 5 menit

Jadi misalnya hasil analisa kamu dan setup di chart menunjukkan bahwa harga pasangan mata uang USD akan naik tapi hasil laporan ekonomi memberikan hasil yang jelek atau negatif maka harga USD akan melemah dan setup kamu menjadi tidak valid lagi sehingga tentunya kamu tidak akan masuk trade itu. Apabila kamu sudah masuk trade tanpa memperhatikan kalender forex maka kamu bisa mengalami kerugian dari trade itu.

contoh setup yang gagal di chart eurusd - belajar forex trading

Maka jadikanlah suatu kebiasaan atau rutinitas untuk selalu mengecek kalender forex sebelum masuk trade untuk meningkatkan probabilitas kualitas dan hasil dari trading-mu.

Mengetahui dampak laporan ekonomi terhadap strategi trading

Terdapat berbagai macam laporan ekonomi yang dapat memberikan dampak yang berbeda-beda terhadap suatu mata uang tertentu. Di dalam Forex Factory disediakan indikator petunjuk dampak suatu laporan dengan menggunakan 4 warna yang berbeda (seperti yang sudah dijelaskan diatas).

Dampak laporan ekonomi ini juga akan berpengaruh dengan strategi dan time frame atau jangka waktu suatu chart yang kamu gunakan.

Apabila kamu adalah seorang day trader dan menggunakan time frame 5m (5 menit) atau 15m (15 menit) maka dampak dari laporan yang memiliki indikator merah dan oranye akan sangat terasa. Pada saat hasil laporan keluar maka harga akan bergerak sangat fluktuatif dengan rentan harga yang cukup besar maka bisa saja Stop Loss (SL) kamu akan tereksekusi sehingga kamu akan mengalami kerugian.

Biasanya SL untuk day trading cukup dekat dengan harga masuk trade sehingga rentan terhadap fluktuasi harga yang besar. Maka kalau ada berita seperti ini lebih baik keluar dari trade, kalau sudah masuk, atau menunggu setelah laporan keluar dan harga sudah mulai stabil serta menunjukkan arah sesuai dengan analisa kamu maka baru masuk trade.

contoh trade yang mengalami kerugian di chart eurusd - belajar forex trading
Contoh trade di time frame 5 menit

Berbeda halnya apabila kamu adalah seorang swing trader dan menggunakan time frame 1h (1 jam), 4h (4 jam) atau D (1 hari). Biasanya penempatan Stop Loss untuk strategi ini cukup besar dibandingkan dengan day trading jadi pada saat laporan keluar SL kamu relatif aman, meskipun tentunya masih akan ada fluktuasi harga.

Dalam kondisi seperti ini apabila kamu sudah masuk trade kamu tidak perlu keluar sebelum hasil laporan dikeluarkan tapi kalau mau masuk trade lebih baik menunggu setelah hasil keluar untuk memastikan bahwa hasil analisa kamu, setup dan pergerakan harga masih sesuai.

contoh trade yang berhasil di chart eurusd - belajar forex trading
Contoh trade di time frame 1 jam

Dari 2 contoh diatas kamu bisa melihat betapa penting dan berpengaruhnya hasil laporan ekonomi terhadap strategi trading-mu.

Manfaatkan tool gratis ini sebaik mungkin sebagai langkah pembelajaran untuk menjadikan bisnis forex trading-mu berhasil dan menguntungkan. 

Apabila kamu ada pertanyaan atau mau berbagi pengalaman menggunakan kalender forex dalam trading-mu silahkan tinggal komentar dibawah ini. Terima kasih dan salam sukses.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Menggunakan Chart untuk Forex Trading

Salah satu alat utama untuk forex trading adalah grafik atau chart. Terdapat beragam layanan di internet yang menyediakan chart secara gratis tapi hanya ada satu yang terbaik dan terlengkap yaitu Trading View. Saya menggunakan chart ini untuk melakukan analisa dan saya mendapati bahwa ini sangat bermanfaat. Dalam artikel ini kamu akan belajar menggunakannya untuk trading forex.

Apa manfaat menggunakan chart seperti Trading View?

(1) Kamu bisa menggunakan chart untuk melihat pergerakan harga apakah sedang dalam kondisi uptrend (harga sedang naik), downtrend (harga sedang turun) atau ranging (harga bergerak dalam kisaran harga tertentu). Hal ini akan membantu kamu untuk menyesuaikan dengan strategi trading-mu.

(2) Kamu bisa melihat sejarah dari pergerakan harga sampai beberapa tahun kebelakang sehingga kamu bisa melihat apakah harga sudah sampai atau sedang menuju ke suatu level tertinggi atau terendah dalam sejarahnya yang dapat membantu kamu untuk menentukan target profit kamu atau melihat pola-pola yang dibuat oleh pergerakan harga yang bisa kamu gunakan dalam strategi trading-mu.

(3) Dengan menggabungkan pergerakan harga dengan indikator-indikator tertentu kamu akan dibantu untuk melihat apakah suatu pasangan mata uang memiliki momentum yang kuat dalam suatu trend sehingga kamu dapat menambah posisi kamu atau momentum sudah mulai melemah sehingga kamu dapat menentukan kapan untuk keluar dari suatu trade.

Chart dan indikator dapat juga memberitahu kamu kalau harga sudah berada dalam posisi over bought (harga sudah bergerak terlalu tinggi) atau over sold (harga sudah bergerak terlalu rendah) sehingga informasi ini akan membantu kamu untuk tidak masuk trade pada saat harga berada di posisi tertinggi atau terendah.

Selanjutnya chart dan indikator akan membantu kamu juga untuk melihat kalau harga sedang dalam kondisi tidak menentu (tidak ada trend atau berada dalam range harga tertentu) sehingga kamu tidak perlu untuk mengambil trade yang memiliki probabilitas yang rendah.

(4) Akan membantu untuk memvisualisasikan strategimu dalam bentuk pola pergerakan harga tertentu.

Kenapa menggunakan chart dari Trading View?

(1) Gratis untuk digunakan. Kamu bisa menggunakan akun Google, Facebook, Twitter, Yahoo, Apple atau LinkedIn kamu untuk mendaftar. Kalau kamu mau mendaftar dengan username dan password yang baru, kamu juga bisa melakukan itu.

(2) Menyediakan data market seluruh dunia seperti saham, indeks, mata uang, komoditas, minyak, logam, gas dan crypto.

(3) Menyediakan lebih dari 50 alat atau tools untuk menganalisa chart seperti Fibonacci Retracement, Long & Short Position untuk menentukan level masuk, Stop Loss dan Take Profit, dan alert untuk memberitahu apabila suatu level harga tertentu sudah tercapai.

(4) Menyediakan lebih dari 100 ribu indikator seperti Relative Strength Index, Stochastic, Ichimoku Cloud dan lain-lain. Selain itu kamu juga bisa membuat indikator kamu sendiri menggunakan Pine Script.

(5) Menyediakan tool untuk melakukan pengetesan strategi tertentu untuk melihat hasil dari suatu strategi dalam suatu market dan jangka waktu tertentu dengan demikian kamu bisa mengetahui seberapa bagus atau tidaknya suatu strategi sebelum digunakan.

(6) Menyediakan tool untuk Replay yang bisa mengulang kembali pergerakan harga dari satu candle ke candle berikutnya untuk membantu kamu mengulas kembali trade yang sudah kamu ambil atau menganalisa pergerakan suatu pasangan mata uang tertentu. 

(7) Menyediakan 12 jenis chart yang berbeda yang bisa kamu atur sesuai dengan keinginanmu.

Berikut adalah cara praktis untuk mendaftar dan mengatur chart sehingga siap digunakan untuk memonitor and menganalisa market:

(1) Silahkan klik TradingView untuk mengakses website-nya.

(2) Klik “Start Free Trial” untuk melihat pilihan langganan yang tersedia.

halaman muka trading view - belajar forex trading

(3) Di dalam kolom “Basic” klik “Start Now” untuk melihat pilihan cara untuk mendaftar.

trading view plans - belajar forex trading

(4) Silahkan dipilih opsi mana yang ingin kamu gunakan untuk mendaftar.

halaman daftar trading view - belajar forex trading

Setelah login menggunakan akun kamu, silahkan upload foto porfil, apabila kamu mau, dan buat username yang kamu inginkan.

(5) Klik menu “Chart” untuk membuat chart yang baru.

membuat chart di trading view - belajar forex trading

tampilan chart di trading view - belajar forex trading

Setelah chart terbuka, sekarang akan saya jelaskan tentang fungsi-fungsi utama di dalam chart yang bisa digunakan untuk membuat chart yang sesuai dengan keinginanmu.

Kita akan mulai dari bagian sebelah kiri atas.

(1) Tombol Menu. Apabila kamu ingin mengakses semua menu yang ada, kamu bisa melakukannya disini. Sebagai contoh menu untuk mengakses akun kamu atau Sign Out dari Trading View.

menu trading view - belajar forex trading

(2) Tools untuk Charting. Disini tersedia berbagai macam tools yang bisa digunakan untuk menggambar di chart untuk melakukan analisa sebelum masuk trade. Silahkan lihat chart dibawah ini sebagai ilustrasi.

tools charting trading view - belajar forex trading

(3) Kotak untuk mengetik simbol. Disini kamu bisa mengetikkan pasangan mata uang yang ingin kamu lihat chart-nya. Silakan di klik dikotaknya dan ketik mata uang yang diinginkan lalu tekan Enter. Sebagai contoh untuk pasangan mata uang Euro/US Dollar kamu bisa mengetikkan simbol EURUSD.

menu simbol trading view - belajar forex trading

(4) Tombol untuk menentukan time frame dari chart. Terdapat beragam pilihan dari detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan. Tersedia juga pilihan range yang ditentukan berdasarkan pergerakan pips yang telah ditentukan sebelumnya. Sebagai contoh misalnya kamu menggunakan time frame yang 5 menit maka yang akan ditampilkan di chart adalah candle-candle yang terbentuk setiap 5 menit. Apabila 1 jam maka yang akan ditampilkan adalah candle-candle yang terbentuk setiap 1 jam.

time frame 5 menit chart trading view - belajar forex trading

time frame 1 jam chart trading view - belajar forex trading

(5) Tombol untuk menentukan jenis chart yang ditampilkan. Terdapat berbagai pilihan seperti bars, lines dan candles. Yang biasanya banyak digunakan adalah chart dengan tampilan candles namun penggunaan jenis chart akan disesuaikan dengan preferensi pribadi dan strategi yang digunakan.

chart candle trading view - belajar forex trading

chart bar trading view - belajar forex trading

chart line trading view - belajar forex trading

(6) Tombol untuk memilih indikator yang ingin digunakan. Terdapat ratusan indikator yang bisa dipilih sesuai dengan strategi yang digunakan. Ada yang gratis dan ada yang berbayar. Selain daripada itu kamu juga bisa membuat indikator kamu sendiri dan menjualnya apabila kamu mau. 

daftar indikator trading view - belajar forex trading

jenis indikator trading view - belajar forex trading

(7) Tombol untuk menambahkan simbol ke dalam watchlist. Silahkan tekan tombol ini lalu tekan tombol “Add Symbol” atau tanda + untuk mengetik simbol yang ingin kamu masukkan. Apabila kamu tidak tau pasti simbolnya, kamu hanya perlu mengetik nama mata uang atau perusahaannya (seperti misalnya Euro atau Apple) nanti secara otomatis akan diberikan pilihan yang tersedia. Kamu tinggal klik simbol yang kamu cari dan akan secara otomatis akan ditambahkan ke dalam watchlist.

daftar simbol untuk watchlist trading view - belajar forex trading

daftar watchlist trading view - belajar forex trading

Demikian panduan singkat penggunaan chart Trading View untuk melakukan analisa dalam forex trading. Silahkan dicoba dan semoga bermanfaat dalam perjalanan di dunia trading online.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar Membuat Jurnal untuk Forex Trading

Apa itu jurnal?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnal adalah buku yang dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu.

Mengacu pada definisi yang diberikan oleh KBBI, jurnal dalam forex trading digunakan untuk mencatat semua transaksi beli dan jual di pasar forex yang kamu ambil berdasarkan urutan waktu tertentu. Dengan demikian jurnal dapat disamakan seperti sistem akunting dalam dunia bisnis untuk mencatat semua transaksi yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mengetahui berapa besar uang yang masuk dan dikeluarkan sehingga dapat mengetahui keuntungan yang dihasilkan.

Selain mencatat keuntungan dan kerugian dalam trading, jurnal juga bisa membantu kamu untuk menganalisa performa dari trading-mu. Jurnal akan membantu kamu melihat kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki sehingga kamu dapat memperbaikinya untuk menjadi trader yang lebih sukses. Selanjutnya jurnal juga bisa membantu kamu berkaitan dengan akuntabilitas. Kenapa demikian?

Di dalam trading kamu adalah bosnya. Segala keputusan yang kamu ambil baik itu untuk mengambil posisi beli atau jual semuanya ada di tangan kamu. Jadi pada saat kamu melakukan kesalahan apakah kamu secara pribadi akan mengakuinya dan belajar darinya? 

Biasanya TIDAK karena setiap orang memiliki apa yang disebut dengan EGO dimana dia mau selalu benar dan tidak mau mengakui kesalahannya. Nah disini dengan adanya jurnal akan mambantu kamu untuk bertanggung jawab atas segala keputusan dan tindakan yang kamu ambil dengan demikian kamu akan menerima kesalahan yang telah kamu perbuat dan belajar darinya untuk bisa maju dan terus berkembang sebagai seorang trader. 

Kalau kamu tidak melakukan ini maka kamu tidak akan menjadi trader yang sukses.

Jadi bagaimana caranya untuk belajar membuat jurnal dengan cara yang mudah?

Kamu dapat membuat jurnal ini dalam waktu singkat dengan menggunakan aplikasi Spreadsheet seperti Windows Excel atau yang sejenisnya. Berikut adalah informasi yang perlu kamu masukan dalam jurnal itu:

(-) Data Umum
  1. Tanggal dan jam masuk trade
  2. Pasangan mata uang yang diperdagangkan
  3. Setup dari trade yang diambil
  4. Posisi beli atau jual

(-) Data Masuk (Entry)
  1. Harga masuk
  2. Jumlah lot
  3. Level Stop Loss
  4. Level Take Profit

(-) Data Keluar (Exit)
  1. Tanggal dan jam keluar trade
  2. Harga keluar
  3. Jumlah Profit atau Loss
  4. Jumlah Fee Broker

(-) Screenshot pada saat masuk dan keluar trade

Jujur pada saat saya muali trading saya paling malas untuk membuat jurnal karena menurut saya pada waktu itu hal ini tidak penting dan sangat membosankan. Tapi seraya waktu berjalan dan saya mulai berkembang sebagai trader, saya melihat manfaat yang sangat besar dari sebuah jurnal. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan:

  • Tanggal dan jam masuk dan keluar trade – informasi ini akan membantu kamu untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk sebuah pasangan mata uang untuk mencapai target profit yang telah kamu tentukan. Kamu akan mendapati bahwa setiap pasangan mata uang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, ada yang pergerakannya cepat sehingga target profit-mu akan cepat tercapai mungkin dalam hitungan beberapa jam atau sebaliknya ada yang pergerakannya lambat sehingga memerlukan waktu beberapa hari untuk mencapai targetnya. Dengan mengetahui informasi ini maka kamu akan dapat menyesuaikan strategimu untuk setiap pasangan mata uang.
  • Pasangan mata uang yang diperdagangkan – berkaitan dengan poin diatas, informasi ini akan membantu kamu untuk mengetahui secara spesifik karakteristik dari setiap pasangan mata uang. Dengan memiliki data yang cukup banyak untuk setiap pasangan, kamu akan bisa mengetahui pasangan mata uang mana yang lebih cocok dengan strategimu karena tidak semua pasangan mata uang akan cocok dengan strategimu. Dengan demikian probabilitas kamu untuk mendapatkan keuntungan akan lebih besar.
  • Setup dari trade yang diambil – informasi ini akan membantu kamu agar tetap konsisten dengan strategi yang kamu gunakan. Untuk setiap strategi tentunya akan ada setup atau pola yang dibentuk oleh pergerakan harga sebelum kamu akan masuk market. Bisa saja setup untuk satu strategi terdapat lebih dari satu tapi pada saat awal saya sarankan agar kamu fokus kepada satu setup terlebih dahulu. Setelah kamu menguasai setup itu barulah kamu menambahkan setup yang lainnya dengan demikian kamu tidak akan bingung pada saat kamu menjalankan strategimu.
  • Posisi beli atau jual – informasi ini akan membantu kamu untuk melihat apakah strategi kamu menghasilkan uang pada saat kamu masuk posisi beli atau jual atau kedua-duanya. Nah apabila dari sejumlah besar data yang kamu miliki mengungkapkan bahwa strategi kamu misalnya lebih banyak menang pada saat mengambil posisi jual maka mungkin kamu bisa hanya fokus untuk masuk market pada saat pergerakan harga akan melemah. Pada saat harga menguat kamu tidak akan mengambil trade sama sekali. Dengnan demikian probabilitas kemenangan kamu akan lebih baik lagi.
  • Harga masuk – informasi ini akan memberitahu kamu apakah kamu masuk di level yang optimum atau tidak. Hal ini akan membantu kamu untuk menghindari untuk masuk trade terlalu awal atau sudah terlambat. Pada saat kamu mengkombinasikan data ini dengan hasil trade yang didapatkan maka kamu akan bisa melihat apakah kamu masuk di level yang optimal atau tidak.
  • Jumlah lot – informasi ini akan membantu kamu untuk melihat apakah kamu mengambil risiko yang tepat atau terlalu besar atau kecil. Jumlah ini berkaitan dengan risiko per trade dan level stop loss yang sudah kamu tentukan. Sebagai contoh misalnya risiko per trade kamu adalah $100 dan stop loss kamu adalah 10 pip maka jumlah lot maksimal yang bisa kamu ambil adalah 1 lot ($100,000 X 0.0001 X 10 = $100). *** 1 lot = $100,000, pergerakan 1 pip = 0.0001 dan risiko = 10 pip *** Tolong selalu diingat bahwa mengelola risiko adalah pekerjaan terpenting dari seorang tarder yang sukses. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memastikan bahwa jumlah lot yang kamu ambil untuk setiap trade sudah sesuai dengan risiko per trade yang sudah kamu tentukan sebelumnya.
  • Level Stop Loss (SL) – informasi ini akan membantu kamu untuk menentukan apakah teknik penempatan stop loss kamu sudah tepat. Bisa saja SL kamu terlalu dekat sehingga kamu sering mengalami kerugian atau SL kamu terlalu jauh sehingga ini akan memperkecil Risk to Reward Ratio (RRR) kamu atau SL kamu sudah pas sehingga bisa memberikan RRR yang memadai tanpa banyak mengalami kerugian. Nah dengan memiliki data ini maka kamu dapat melakukan perbaikan yang diperlukan apabila SL kamu terlalu dekat atau jauh. *** RRR adalah rasio antara risiko dan profit yang kamu dapatkan. Contoh: apabila kamu merisikokan $100 dalam suatu trade dan kamu mendapatkan $200 maka RRR kamu adalah 1:2.
  • Level Take Profit (TP) – informasi ini berhubungan dengan poin diatas dimana hal ini akan membantu kamu untuk menentukan level TP yang pas, tidak terlalu dekat ataupun tidak terlalu jauh. Dari data yang kamu dapatkan, kamu akan bisa menentukan level TP yang cocok dengan strategimu dan kondisi market yang sedang berlangsung. Untuk mengetahui teknik yang praktis untuk menentukan level TP silahkan baca artikel ini “Belajar membuat trading plan untuk Forex Trading”.
  • Harga keluar – informasi ini akan membantu kamu untuk melihat apakah RRR yang sudah kamu tentukan diawal sesuai dengan hasil dari trade yang bersangkutan. Apabila sudah sama itu sangat bagus tapi kalau belum maka kamu bisa melakukan perbaikan. Misalnya diawal sebelum masuk trade kamu sudah menentukan RRR nya adalah 1:2 tapi ternyata setelah kamu keluar kamu mendapati bahwa RRR nya hanya 1:1.5 atau lebih kecil dari rencana awal. Nah disini kamu bisa melakukan analisa apakah penentuan SL terlalu besar sehingga RRR kamu akan mengecil atau mungkin level TP terlalu jauh sehingga itu tidak tercapai. Nah data yang kamu miliki ini akan membantu kamu untuk melakukan koreksi yang diperlukan.
  • Jumlah profit atau loss – data yang kamu miliki disini tidak hanya akan memberitahu kamu tentang berapa banyak keuntungan yang kamu dapatkan atau kerugian yang kamu alami tapi apabila kamu kombinasikan data ini dengan data posisi beli atau jual dan jenis setup yang kamu gunakan, ini akan membantu kamu untuk dapat meningkatkan probabilitas kemenangan kamu. Sebagai contoh setelah kamu mneggabungkan ketiga data tadi kamu mendapati bahwa setup A dengan posisi beli memberikan keuntungan terbanyak dibandingkan dari setup atau trade yang lainnya. Dengan demikian kamu bisa memfokuskan strategi kamu ke setup A dan hanya mengambil posisi beli setiap kali kamu trading.
  • Jumlah fee broker – informasi ini kelihatannya sepele tapi jangan salah kalau kamu salah memilih broker yang memiliki fee yang besar maka itu akan memakan habis profit yang kamu dapatkan. Untuk itu kamu harus cerdas dalam memilih broker yang dapat memberikan fee yang rendah, namun tetap dengan tingkat performa dan keamanan yang tinggi, sehingga kamu dapat benar-benar bisa merasakan profit yang kamu dapatkan dari jerih lelahmu. Berkaitan dengan hal ini saya merekomendasikan broker dengan nama IC Markets (mohon gunakan VPN untuk mengakses web-nya) yang berkedudukan hukum di Australia. Saya menggunakan broker ini untuk trading saya dan saya mendapati bahwa fee mereka kecil sehingga hanya mengurangi sedikit dari profit saya dalam jumlah yang wajar.
  • Mengambil screenshot pada saat masuk dan keluar trade – hal ini mudah untuk dilakukan tapi sangatlah bermanfaat. Bagaimana? Coba saya tanya apakah kamu ingat trade yang kamu ambil minggu atau bulan lalu? Di level mana kamu masuk dan keluar serta di level mana kamu menempatkan stop loss dan take profit kamu? Kalau saya secara pribadi tidak akan ingat maka disini screenshot akan sangat membantu. Kamu tidak perlu buang-buang waktu untuk mencari trade yang sudah kamu ambil di chart tapi kamu bisa melihat kembali dengan mudah dari screenshot yang telah diambil. Dengan demikian ini akan membantu kamu untuk me-review dan melihat apakah trade-trade yang kamu ambil sudah sesuai dan konsisten dengan strategimu atau tidak. Sangatlah mudah untuk melihat hal ini dari screenshot tersebut.

Nah sekarang kamu bisa melihat bukan kalau jurnal itu memiliki banyak manfaat. Jadi jangan dianggap sepele dan membosankan tapi kamu harus melihat manfaat yang diberikannya. Jurnal ini akan membantu kamu untuk terus berkembang sebagai seorang trader; bertanggung jawab, belajar dari kesalahanmu dan terus maju menjadi trader yang sukses. Ibaratnya sebuah cermin, jurnal akan membantu kamu untuk melihat secara nyata apa yang menjadi kekurangan dan kelebihanmu dan dari situ kamu bisa mulai memperbaiki dan meningkatkan performa trading-mu.

Karena kamu sudah mau membaca artikel ini sampai habis maka saya mau memberi kamu BONUS berupa contoh jurnal dalam format Excel. Kamu bisa mengunduhnya disini.

Bagaimana pengalaman kamu dalam membuat jurnal dan manfaat apa saja yang kamu dapatkan? Silahkan berbagi cerita untuk saling membantu menjadi trader yang sukses. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.

Belajar membuat trading plan untuk forex trading

Untuk bisa sukses dalam belajar trading forex, kamu perlu mengetahui bagaimana suatu bisnis dijalankan karena trading adalah seperti menjalankan bisnis konvensional. Untuk sukses dalam menjalankan bisnis konvensional maka diperlukan rencana bisnis atau business plan yang bagus. Di dalam rencana bisnis ini terdapat beberapa hal seperti misalnya:

  • modal kerja
  • anggaran untuk pembuatan dan pengembangan produk serta pemasaran
  • pemilihan produk yang akan dijual
  • pemilihan target pasar
  • cara memasarkan dan menjual produk

Rencana bisnis itu harus dipersiapkan dengan matang sebelum memulai bisnis itu. Setelah bisnis berjalan, tidak di tutup kemungkinan untuk sedikit merubah atau memperbaharui rencana itu agar dapat menyesuaikan dengan kondisi pasar. Dengan demikian bisnis itu akan terus maju dan berkembang sesuai dengan dinamika pasar.

Demikian pula halnya dengan trading, sebelum kamu mau mulai trading kamu perlu mempersiapkan trading plan-mu. Trading plan ini akan membantu kamu untuk menganalisa market untuk mendapatkan setup pasangan mata uang yang sesuai dengan strategimu. Selanjutnya itu akan membantu kamu menentukan di level mana kamu akan masuk market dan dimana kamu akan menempatkan Stop Loss dan Target Profit-mu. Selain daripada itu, trading plan juga akan membantu kamu mengelola trade kamu pada saat live di market sehingga strategimu bisa menghasilkan uang buat kamu.

Persamaan antara bisnis konvensional dan trading

Bisnis KonvensionalTrading
Modal KerjaAkun Trading  – Kamu dapat membuka akun hanya dengan modal sebesar $200 di IC Markets.
Anggaran untuk pembuatan dan pengembangan produk serta pemasaranRisiko per trade dan Position Sizing (jumlah lot per trade berdasarkan risiko) – Disarankan maksimum risiko per trade adalah 1% dari jumlah akun.
Pemilihan produk yang akan dijualStrategi yang akan kamu gunakan seperti misalnya reversal, pullback atau scalping – disini akan diajarkan secara spesifik tentang strategi reversal
Pemilihan target pasarKondisi market yang cocok dengan strategimu seperti misalnya trending atau ranging – untuk strategi reversal akan fokus dengan kondisi market yang sedang trending.
Cara memasarkan dan menjual produkKapan kamu akan masuk dan keluar pasar dengan menentukan di level atau harga berapa kamu akan masuk, menempatkan Stop Loss untuk menentukan risiko dan Target Profit untuk mengambil keuntungan – disini kamu akan diajarkan ketiga hal ini secara detil sehingga kamu dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntunganmu.

Bagaimana cara membuat trading plan yang baik dan benar?

Berikut adalah tahapan untuk membuat trading plan sesuai dengan strategi dan gaya hidupmu:

  1. Menentukan Time Frame atau Jangka Waktu
  2. Bagaimana mengelola risiko
  3. Menentukan kondisi pasar
  4. Memilih market untuk trading
  5. Cara untuk masuk trade
  6. Cara menempatkan Stop Loss
  7. Cara menempatkan Target Profit

Sekarang mari kita mengulas secara rinci setiap tahapan diatas.

(1) Menentukan time frame atau jangka waktu

Terdapat banyak time frame yang bisa kamu gunakan untuk trading dari 1 menit sampai 1 bulan. Pemilihan time frame disesuaikan dengan karakter kamu sebagai trader dan waktu yang kamu miliki untuk trading.

Apabila kamu ingin mengetahui tipe trader seperti apa yang cocok dengan karaktermu, kamu bisa mencoba tesnya disini.

Sebagai contoh apabila kamu masih kerja kantoran atau mungkin masih kuliah dan kamu mau menjadi trader juga maka time frame yang cocok untuk kamu adalah D1 atau Daily. Jadi di dalam time frame ini, candle di chart akan terbentuk setelah 1 hari trading selesai. Candle ini akan terbentuk pada jam 4 atau 5 pagi WIB*** tergantung waktu penutupan trading di Amerika. Dengan demikian kamu hanya perlu memonitor market 1 kali sehari di pagi hari sebelum kamu berangkat kerja atau kuliah.

*** Karena di Amerika ada yang disebut dengan Daylight Saving, dimana terjadi perubahan jam, maka selama masa ini, dari tanggal 8 Maret 2020 sampai dengan tanggal 1 November 2020, candle akan terbentuk pada jam 04:00 WIB. Sedangkan untuk masa diluar Dyalight Saving maka candle akan terbentuk pada jam 05:00 WIB.

Secara umum time frame dibagi menjadi 3 waktu berbeda yang menentukan tipe trading yaitu…

(-) Day Trading – Timeframe M5 & M15

Tipe trading seperti ini menggunakan time frame 5 menit dan 15 menit. Candle di chart terbentuk setiap 5 menit dan 15 menit sekali. Jadi ini sifatnya jangka pendek dalam artian jangka waktu kamu masuk dan keluar market adalah singkat dan bisa berkali-kali dalam satu hari. Kamu tidak akan memegang trade kamu sampai hari berikutnya.

candle 5 menit - belajar forex trading
candle 15 menit - belajar forex trading

Tipe ini cocok untuk orang yang bisa cepat untuk mengambil keputusan, bisa mengendalikan emosi dan berani mengambil risiko yang cukup tinggi. Banyak orang berpikiran bahwa trading seperti ini gampang dan bisa menghasilkan banyak uang tapi kenyataannya tidak demikian bahkan sebaliknya. Banyak orang yang mencobanya dan mengalami kerugian yang besar.

Untuk pemula, saya tidak anjurkan untuk mulai belajar di time frame ini tapi lebih baik di time frame yang lebih besar yaitu di D1.

(-) Swing Trading – Timeframe H1 & H4

Tipe trading seperti ini menggunakan time frame H1 dan H4. Candle di chart akan terbentuk setiap 1 jam dan 4 jam sekali. Jadi ini sifatnya untuk jangka waktu menengah dimana kamu akan masuk dan keluar trade dalam hitungan waktu beberapa hari sehingga frekuensi trading kamu tidak terlalu sering.

candle 1 jam - belajar forex trading
candle 4 jam - belajar forex trading

Tipe ini cocok untuk kamu yang cukup sabar menunggu setup terbentuk dan memberikan signal untuk masuk trade serta sabar menunggu hasil dari trade itu. Trading dengan tipe ini relatif lebih aman karena biasanya signal yang diberikan lebih jelas dan cukup akurat.

(-) Position Trading – Timeframe D1

Tipe trading ini menggunakan time frame D1 dimana candle di chart akan terbentuk setiap 1 hari sekali. Jadi ini sifatnya untuk jangka waktu yang panjang dimana kamu akan masuk dan keluar market hanya sesekali saja mungkin hanya 1 atau 2 kali dalam satu bulan. Kamu akan memegang trade kamu selama beberapa minggu atau bahkan bulan.

candle 1 hari - belajar forex trading

Tipe ini seperti investasi karena setelah kamu masuk trade kamu akan mendiamkannya dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Jadi kamu harus ekstra sabar menunggu kesempatan masuk market dan menunggu hasilnya. 

Kalau mau belajar trading dengan cara yang benar, saya sarankan untuk fokus di time frame D1 terlebih dahulu. Nanti kalau sudah menguasai strategimu dan market dengan baik maka kamu bisa berpindah ke time frame yang lainnya.

(2) Manajemen risiko

Manajemen risiko dalam trading adalah sangat sangat sangat penting!!! Kenapa demikian? Karena kalau kamu tidak mengelola risiko kamu dengan baik maka akun kamu akan jebol dengan sangat cepat dalam hitungan beberapa minggu, hari atau bahkan dalam kasus ekstrem hitungan jam. Maka dalam mempersiapkan trading plan-mu kamu perlu memperhatikan hal ini sebaik-baiknya.

Jumlah risiko yang saya sarankan adalah 1% per trade dan ini adalah 1% dari jumlah akunmu. Misalnya akunmu ada $2000 maka 1% dari jumlah itu adalah $20. Jadi pada saat kamu mau mengambil posisi trade kamu harus memastikan bahwa risiko yang kamu ambil tidak melebihi $20.

Kenapa harus 1%? Karena dalam proses pembelajaran sebagai pemula kamu akan banyak melakukan kesalahan yang mengakibatkan banyak kerugian. Jadi dengan membatasi risiko di 1% maka akun kamu tidak akan jebol. Kamu tidak akan frustasi karena kehilangan banyak uang sehingga kamu dapat fokus pada proses pembelajaran dan pengembangan diri sebagai seorang trader yang sukses.

Coba lihat ilustrasi di tabel dibawah ini. Semakin besar kekalahan yang kamu alami maka semakin susah bagi kamu untuk dapat mengembalikan uang yang ada di akun kamu ke jumlah awal. 

tabel persentasi kekalahan - belajar forex trading

Dengan membatasi risiko hanya 1% per trade maka apabila kamu mengalami kekalahan selama 5 kali berturut-turut maka akun kamu hanya akan berkurang 5% dan tidak diperlukan upaya yang besar untuk dapat mengembalikannya (hanya perlu menang sebesar 5.3% untuk dapat mengembalikan kekalahan itu sehingga akun dapat kembali ke jumlah semula). 

Namun sebaliknya kalau kekalahan kamu sudah mencapai 50% kamu akan memerlukan upaya yang jauh lebih besar, kamu harus menang sebesar 100%, untuk dapat mengembalikan akun kamu ke jumlah semula. Nah apabila kamu sudah masuk ke kondisi seperti ini biasanya kamu akan mulai frustasi dan lepas kendali yang bisa mengakibatkan akun kamu habis uangnya. 

Maka dari awal jagalah akun kamu baik-baik dengan menerapkan manajemen risiko yang tepat.

Dalam kursus reversal trading yang saya ajarkan disini, kamu akan belajar bagaimana untuk memperkecil risikomu untuk setiap trade-nya tapi tetap bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.

(3) Menentukan kondisi market

Terdapat 2 jenis pergerakan harga yang pada umunya terjadi di market yaitu trending dan ranging.

Pergerakan harga dikatakan sedang trending kalau harga dapat membentuk puncak harga yang lebih tinggi lagi (higher high) dalam kondisi uptrend (pergerakan harga sedang naik) atau harga dapat membentuk dasar harga yang lebih rendah lagi (lower low) dalam kondisi downtrend (pergerakan harga sedang turun). Berikut contohnya.

contoh pergerakan harga uptrend dan downtrend - belajar forex trading

Selanjutnya pergerakan harga dikatakan  sedang ranging kalau harga bergerak diantara puncak tertinggi dan dasar terendah yang relatif dalam jangka waktu tertentu. Berikut contohnya.

contoh pergerakan harga ranging - belajar forex trading

Setelah mengetahui kedua kondisi market yang ada, sekarang kamu perlu memilih salah satu  yang sesuai dengan strategimu. Strategi untuk trending dan ranging sangat berbeda dan satu strategi tertentu tidak bisa digunakan untuk kedua-duanya. Jadi dari awal tentukan strategi yang cocok dengan kamu dan fokus kepada satu strategi itu untuk seterusnya supaya kamu bisa menjadi trader yang sukses.

Disini saya mau ingatkan bahaya dari gonta-ganti strategi. Apabila kamu melakukannya maka kamu tidak akan dapat maju berkembang menjadi trader yang sukses karena kamu akan terus berputar-putar tanpa tujuan seperti seekor anjing yang mengejar ekornya. Kalau kamu fokus pada satu strategi maka sukses itu akan lebih cepat kamu capai.

Tolong selalu diingat bahwa trading adalah suatu bisnis berdasarkan probabilitas. Jadi semakin sering kamu mengambil trade menggunakan strategi yang sama dalam jumlah trade yang banyak dengan disiplin, konsisten dan kesabaran maka semakin cepat pula kamu akan melihat hasil positifnya. Namun sebaliknya kalau kamu gonta-ganti strategi maka kamu tidak akan pernah mencapai hasil akhir itu karena setiap kali kamu berganti startegi kamu akan mulai dari nol lagi.

kurva pembelajaran - belajar forex trading

(4) Pemilihan market untuk trading

Terdapat beragam jenis market yang bisa kamu trading-kan seperti misalnya ekuitas (saham), mata uang (forex), obligasi dan komoditas (futures) seperti minyak, emas, jagung, daging sapi dan gandum. Silahkan dipilih sesuai dengan yang kamu minati untuk membuat trading plan-mu. Untuk disini kamu akan belajar trading di forex market.

Pemahaman mendasar tentang trading forex adalah kamu memperjual-belikan pasangan mata uang tertentu seperti EUR/USD atau USD/JPY. Sebagai contoh pada saat mata uang Euro (EUR) menguat terhadap US Dollar (USD) maka pergerakan harga akan mengalami kenaikan (uptrend) atau sebaliknya kalau EUR melemah terhadap USD maka pergerakan harga akan mengalami pelemahan (downtrend). Nah sebagai seorang trader tugas kamu adalah membuat trading plan yang menentukan bagaimana dan kapan kamu akan mengambil posisi trade sesuai dengan pergerakan harga.

Penguatan dan pelemahan suatu mata uang dipengaruhi berbagai macam faktor tapi yang paling utama adalah kondisi perekonomian negara yang bersangkutan. Jadi kalau kembali ke contoh EURUSD, pada saat perekonomian di negara-negara yang bergabung di European Union (EU) menguat maka mata uang Euro juga akan menguat terhadap mata uang USD sehingga pergerakan harga akan naik seperti contoh chart dibawah ini.

contoh pergerakan harga eur/usd - belajar forex trading
contoh pergerakan harga usd/jpy - belajar forex trading

Untuk penjelasan lebih mendalam tentang perdagangan mata uang silahkan baca disini.

Kenapa harus trading forex?

Terdapat beberapa keunggulan trading forex dibandingkan dengan market yang lainnya seperti misalnya:

  • Modal yang relatif kecil untuk bisa mulai trading yaitu US$ 200. Untuk broker yang handal dan aman saya merekomendasikan IC Markets. Apabila kamu mau buka akun demo atau live silahkan klik disini. (Tolong gunakan VPN untuk mengakses website-nya karena entah kenapa di blok di Indonesia)
  • Terdapat banyak pilihan pasangan mata uang yang bisa kamu perjual-belikan sehingga kamu bisa memilih pasangan mata uang terbaik untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
  • Kamu bisa mengambil posisi beli (buy) pada saat pergerakan harga sedang naik atau jual (sell) pada saat pergerakan harga sedang turun. Berbeda dengan saham yang mana pada umumnya kamu hanya bisa mengambil posisi beli saja.
  • Volume dan likuiditas pasar mata uang adalah yang terbesar dibandingkan dengan pasar yang lainnya sehingga kamu akan dengan mudah untuk membeli dan menjual pasangan mata uang tertentu dan banyak terjadi trend (pergerakan harga satu arah dalam jangka waktu tertentu) sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Berdasarkan data di bulan April 2019 rata-rata nilai perdagangan mata uang adalah US$ 6,6 triliun per hari. Wow sangat fantastis!!!
  • Pasar mata uang buka setiap harinya selama 24 jam dari hari Senin sampai Jumat sehingga setiap orang yang mau belajar untuk trading forex bisa melakukannya. Bagi yang kerja kantoran, kamu bisa jadikan trading sebagai kerjaan sampingan setelah pulang kerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Untuk kamu yang mungkin masih kuliah, kamu bisa melakukan trading diluar waktu belajar dan kuliah kamu untuk bisa mendapatkan uang jajan tambahan atau tabungan dan investasi untuk masa depan.
  • Prinsip-prinsip yang kamu pelajari di trading dapat kamu terapkan juga dalam kehidupanmu sehari-hari dan juga dalam menjalankan suatu bisnis. Jadi seraya kamu menjadi seorang trader yang sukses maka kamu juga akan menjadi orang yang lebih baik. Apabila suatu saat kamu memutuskan bahwa kamu tidak mau lagi trading dan mau beralih profesi ke bisnis yang lain maka kamu sudah memiliki dasar yang kuat untuk melakukannya. Jadi win-win solution atau saling menguntungkan!

(5) Bagaimana kamu akan masuk ke market?

Terdapat banyak strategi yang bisa kamu gunakan untuk masuk ke market. Tiga diantaranya yang umum digunakan adalah:

  • Pullback – kamu akan masuk ke market setelah harga melakukan pullback atau koreksi ke level tertentu biasanya di dalam trend yang sedang berjalan.
contoh strategi pullback - belajar forex trading

  • Breakout – kamu akan masuk ke market setelah harga melewati level Support atau Resistance tertentu dengan pergerakan momentum harga yang kuat. Disini kamu akan belajar cara menggunakan breakout untuk entry (level dimana kamu akan masuk ke market) yang menguntungkan.
contoh strategi breakout - belajar forex trading

  • Crossover – kamu akan masuk ke market setelah 2 indikator Moving Average saling bersilangan. Teknik ini biasanya digunakan untuk menentukan bahwa suatu trend yang baru akan dimulai.
contoh strategi crossover - belajar forex trading

Ketiga teknik diatas idealnya dipakai untuk masuk market yang sedang trending. Untuk teknik masuk pada saat market sedang ranging gunakan cara masuk sell di level resistance dan buy di level support dari range yang sudah terbentuk.

contoh strategi ranging - belajar forex trading

Silahkan dipilih cara masuk mana yang cocok dengan strategi dan kesukaanmu.

(6) Penempatan Stop Loss (SL)

Apa yang dimaksud dengan Stop Loss? 

Stop Loss adalah level atau harga dimana kamu akan keluar dari suatu trade secara otomatis karena harga bergerak berlawanan dari posisi trade yang kamu ambil dengan demikian kamu bisa meminimalisir risikomu. Pengelolaan risiko yang tepat dan ketat sangat penting dalam trading karena tanpa ini kamu akan dapat dengan mudah kehilangan semua uangmu dalam sekejap.

Jadi bagaimana menentukan Stop Loss dengan cara yang benar?

Ada 3 cara yang pada umumnya digunakan untuk menempatkan Stop Loss dalam trading…

  • Moving Average (MA)

Kamu akan menempatkan Stop Loss dibawah MA ketika kamu masuk posisi buy dalam kondisi market sedang uptrend (harga sedang menguat).

contoh penempatan stop loss menggunakan moving average posisi buy - belajar forex trading

Kamu akan menempatkan Stop Loss diatas MA ketika kamu masuk posisi sell dalam kondisi market sedang downtrend (harga sedang melemah).

contoh penempatan stop loss menggunakan moving average posisi sell - belajar forex trading

  • Swing High (SH) atau Swing Low (SL)

Kamu akan menempatkan SL dibawah Swing Low pada saat kamu masuk posisi buy dalam kondisi market uptrend (harga sedang menguat)

contoh penempatan stop loss menggunakan swing low posisi buy - belajar forex trading

Kamu akan menempatkan SL diatas Swing High pada saat kamu masuk posisi sell dalam kondisi market downtrend (harga sedang melemah)

contoh penempatan stop loss menggunakan swing high posisi sell - belajar forex trading

  • Level Support atau Resistance

Kamu akan menempatkan Stop Loss dibawah level Support ketika kamu masuk posisi buy ketika kondisi market atau harga akan menguat.

contoh penempatan stop loss menggunakan level support posisi buy - belajar forex trading

Kamu akan menempatkan Stop Loss diatas level Resistance ketika kamu masuk posisi sell ketika kondisi market atau harga akan melemah.

contoh penempatan stop loss menggunakan level resistance posisi sell - belajar forex trading

Dalam kursus disini kamu akan diajarkan untuk menempatkan Stop Loss berdasarkan Moving Average. Namun demikian kamu dapat menggunakan cara yang lain yang sesuai dengan selera kamu. Semuanya dapat digunakan tapi tentunya ada keuntungan dan kekurangan dari masing-masing cara dan harus cocok dengan strategi yang kamu gunakan.

Satu hal yang harus selalu kamu ingat adalah kamu harus menggunakan Stop Loss setiap kali kamu mengambil posisi trade. JANGAN JANGAN JANGAN pernah trade tanpa menggunakan SL, SANGAT berbahya dan merugikan

Jadi setiap kali sebelum kamu mau masuk posisi, kamu harus menentukan terlebih dahulu di level mana kamu akan menempatkan SL-mu. Untuk dapat melakukan ini dengan mudah kamu bisa menggunakan tool yang disediakan di Trading View seperti contoh-contoh chart yang digunakan diatas.

(7) Menentukan Target Profit (TP)

Biasanya ini yang paling disukai oleh banyak orang. PROFIT!!! PROFIT!!! PROFIT!!!

Memang mendengarkan kata profit sangat menyenangkan tapi kamu perlu tau bagaimana caranya menentukan Target Profit yang efektif sehingga target itu bisa tercapai. Terdapat 2 cara yang biasanya digunakan untuk mengambil profit yaitu target yang tetap dan target yang dinamis.

Kamu dapat menempatkan Target Profit yang tetap dengan menentukan level yang ada di chart seperti misalnya level Support/Resistance atau Swing High/Swing Low. Contoh chart berikut akan mengilustrasikan hal ini.

contoh penentuan target profit yang tetap posisi buy - belajar forex trading
contoh penentuan target profit yang tetap posisi sell - belajar forex trading

Dari kedua contoh diatas kamu bisa melihat bahwa dalam satu trade kamu memiliki beberapa opsi untuk menentukan target profit. Namun kamu perlu ketahui bahwa semakin jauh target yang kamu ingin capai maka semakin kecil probabilitas harga akan mencapai target itu. 

Seperti contoh di chart yang kedua apabila kamu menentukan target di level support maka kamu tidak akan mendapatkan profit yang diinginkan. Maka dari itu kamu perlu realistis dalam menentukan target yang efektif dan bisa dicapai oleh harga dengan demikian kamu akan bisa mendapatkan profit secara konsisten.

Satu hal penting yang perlu diingat dalam menentukan target profit adalah jangan serakah!!! Lebih baik kamu mengumpulkan profit kamu sedikit demi sedikit sehingga pada akhirnya kamu akan bisa mendapatkan profit yang banyak daripada kamu menentukan target yang besar tapi tidak pernah mencapainya.

Selanjutnya kamu dapat mengambil profit secara dinamis dengan menggunakan indikator Moving Average. Contoh chart berikut akan mengilustrasikan hal ini.

contoh mengambil profit menggunakan moving average - belajar forex trading

Contoh diatas menggunakan MA dengan jangka waktu 20. Jangka waktu ini banyak digunakan karena cukup bagus untuk digunakan dalam market yang sedang trending. Semakin kuat trend-nya maka semakin besar profit yang bisa didapatkan. Tentunya kamu bisa menggunakan jangka waktu yang lain sesuai dengan strategimu.

Untuk pemula, saya sarankan untuk menggunakan target profit yang tetap dulu. Kenapa demikian? Karena biasanya target yang tetap akan lebih mudah dan cepat untuk dicapai sehingga ini akan dapat membantu kamu untuk meningkatkan kepercayaan dirimu dalam trading. Nanti setelah kamu lebih berpengalaman, kamu bisa menggunakan target yang dinamis karena ini memerlukan kesabaran yang cukup besar.

Seperti halnya business plan menjadi fondasi yang kuat untuk suatu bisnis yang sukses maka trading plan juga akan menjadi fondasi yang kuat untuk sukses dalam trading apabila dipersiapkan dengan matang. Silahkan diikuti setiap langkah diatas secara saksama dalam membuat trading plan kamu. 

Perlu diingat bahwa trading plan adalah cara untuk mengeksekusi strategimu sehingga dapat memiliki flesibilitas untuk disesuaikan dengan dinamika market. Namun prinsip dasar dari strategi yang kamu gunakan tidak boleh berubah dan harus konsisten setiap saat dengan demikian strategimu akan terus dapat menghasilkan uang dalam kondisi market yang dinamis. 

Apabila kamu memiliki pertanyaan atau mau sharing pengalaman kamu dalam membuat trading plan, silahkan tinggalkan komentar dibawah. Terima kasih.


trader vinz - belajar forex trading

Vincent Soe – Penulis adalah seorang technical trader yang sudah berpengalaman di bidangnya selama lebih dari 10 tahun. Dia sudah mengalami suka dan duka dalam dunia trading tapi tidak pernah menyerah karena kesukaannya terhadap trading. Dia terus belajar dan berkembang dari kesalahan-kesalahan dan keberhasilannya sehingga dapat terus menjadi trader yang lebih baik dan sukses. Dia suka berbagi pengalaman dan mambantu orang-orang dalam belajar forex trading dengan cara yang benar.