Di dalam dunia Forex ada istilah terkenal yang menyatakan bahwa “the trend is your friend” atau tren adalah temanmu. Trend forex sering muncul dan bisa memberi peluang besar, sehingga tren menjadi teman terbaik saat trading.
Namun sebelumnya kamu perlu mengetahui dasar-dasar dari suatu tren dari awal mulainya sampai berakhirnya trend itu. Setelah membaca artikel ini, kamu akan lebih mahir memahami dan membaca tren untuk keberhasilan trading forex.
Apa yang dimaksud dengan trend?
Trend adalah pergerakan harga ke satu arah, naik atau turun, dalam jangka waktu tertentu. Di dalam Forex terdapat 2 istilah utama untuk tren yaitu:
(1) Uptrend adalah pergerakan harga yang naik bertahap tanpa koreksi signifikan dalam periode tertentu. Pergerakan harga seperti tangga naik.

(2) Downtrend berarti harga turun bertahap tanpa koreksi signifikan dalam periode tertentu. Pergerakan harga seperti tangga turun.

Siklus pergerakan harga di pasar Forex
Apa Itu Siklus Pergerakan Harga Forex?
Untuk memahami tren dengan baik, kamu perlu mengenali dulu siklus pergerakan harga di pasar forex yang terdiri dari 4 fase utama.
Empat Fase Utama Siklus Harga
(1) Fase akumulasi terjadi saat buyer mulai membeli di berbagai harga untuk membangun posisi beli. Fase ini bisa berlangsung lama hingga membentuk range saat buyer dan seller berebut menentukan arah harga. Saat seller keluar dari pasar, buyer mengambil alih sehingga harga mulai naik.
(2) Fase uptrend terjadi saat harga naik bertahap dengan koreksi kecil karena buyer ambil profit dan tambah posisi. Fase koreksi memberi peluang buyer baru masuk tren, sehingga tren semakin kuat. Fase ini bisa berlangsung lama hingga harga mencapai level tinggi yang mulai menarik seller masuk pasar. Saat seller mulai dominan dan buyer keluar pasar, tren melemah dan harga berubah arah.

(3) Fase distribusi muncul ketika buyer dan seller bersaing lagi dan membentuk range harga baru. Pada fase ini, seller membangun posisi jual dengan membeli dari buyer yang melepas posisi di harga tinggi. Saat buyer keluar, posisi seller menguat dan mulai mengendalikan harga untuk memulai tren turun baru.
(4) Fase downtrend terjadi saat harga turun bertahap dengan koreksi kecil karena seller ambil profit dan tambah posisi. Koreksi memberi peluang seller baru masuk tren, sehingga tren turun makin kuat. Fase ini berlanjut hingga harga rendah dan buyer mulai masuk pasar. Saat seller keluar dan buyer mulai dominan, tren melemah dan harga mulai berubah arah.

Siklus Berulang dan Peluang Trading
Selanjutnya siklus akan kembali ke awal mulai dari fase 1 lagi dan siklus ini akan terus terjadi secara berulang di dalam pasar Forex. Maka dengan mengetahui siklus ini kamu akan bisa dengan lebih baik untuk mengambil waktu yang tepat untuk mengambil trade di awal mulainya tren baru sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari tren yang terjadi.
Nah setelah kamu memahami siklus pergerakan harga dengan baik maka sekarang mari kita pelajari ciri-ciri dan karakteristik dari suatu uptrend dan downtrend yang sangat berguna untuk kesuksesan trading-mu.
Membaca dan memahami Uptrend
Karakteristik Utama Uptrend
Apa yang menjadi karakteristik utama dari uptrend?
(1) Terbentuknya higher low – posisi harga terendah baru lebih tinggi daripada harga terendah sebelumnya.
(2) Terbentuknya higher high – posisi harga tertinggi baru lebih tinggi daripada harga tertinggi sebelumnya.
(3) Koreksi kecil antara harga tertinggi dan terendah sebelumnya.
(4) Harga dengan mudah membentuk harga tertinggi baru setelah koreksi.

Awal Terbentuknya Uptrend
Awal terbentuknya uptrend dimulai dari fase 1 dimana terjadi akumulasi posisi beli yang banyak sehingga harga mulai menguat. Pembeli mulai agresif dalam membeli Forex di pasar dan mau untuk membeli di harga yang lebih tinggi. Dengan demikian terbentuklah higher low di dalam range atau rentan harga yang terbentuk sehingga akhirnya harga bisa menembus keluar dari range itu, yang biasanya disebut dengan breakout, dan memulai uptrend.

Breakout dan Kekuatan Momentum
Apabila setelah breakout harga memiliki momentum untuk naik lebih lanjut maka harga akan segera naik relatif cepat dengan membentuk pergerakan seperti tangga yang naik. Pada fase ini koreksi yang terjadi relatif kecil namun harga dengan mudah untuk membuat harga tertinggi baru setelah koreksi.

Tanda-Tanda Uptrend Mulai Melemah
Setelah tren berlangsung cukup lama maka biasanya tren akan mulai melemah. Biasanya pelemahan tren diawali dengan koreksi yang cukup tajam dari yang sebelumnya dimana koreksi bisa mencapai atau mendekati harga terendah terakhir. Setelah koreksi ini biasanya harga tidak mudah untuk membuat harga tertinggi baru atau bahkan tidak bisa melampaui harga tertinggi sebelumnya. Hal ini terjadi karena penjual sudah mulai masuk ke pasar dan mulai membangun posisi mereka untuk menurunkan harga.

Kesimpulan: Cara Menilai Kekuatan Uptrend
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ketika koreksi yang terjadi relatif kecil dan harga dapat dengan mudah untuk membuat harga tertinggi baru maka uptrend itu masih kuat. Namun ketika koreksi yang terjadi cukup tajam dan harga tidak bisa atau susah untuk membuat harga tertinggi baru maka uptrend itu sudah mulai melemah dan akan masuk ke fase konsolidasi.
Manfaat Memahami Uptrend dalam Trading
Dengan mengetahui ciri-ciri pergerakan tren seperti ini maka kamu akan dapat mengatur waktu yang tepat untuk masuk dan keluar trade beli atau buy, berdasarkan trading plan-mu, dengan keuntungan yang cukup besar dari awal sampai berakhirnya uptrend yang terjadi.
Lihat contoh trade berikut ini:

Membaca dan memahami Downtrend
Karakteristik Utama Downtrend
Apa yang menjadi karakteristik utama dari downtrend?
(1) Terbentuknya lower high – posisi harga tertinggi baru lebih rendah daripada harga tertinggi sebelumnya.
(2) Terbentuknya lower low – posisi harga terendah baru lebih rendah daripada harga terendah sebelumnya.
(3) Koreksi kecil antara harga terendah dan tertinggi sebelumnya.
(4) Harga dengan mudah membentuk harga terendah baru setelah koreksi.

Awal Terbentuknya Downtrend
Awal terbentuknya downtrend dimulai dari fase 3 dimana terjadi distribusi posisi jual yang banyak sehingga harga mulai melemah. Penjual mulai agresif dalam membeli Forex di pasar dan mau untuk membeli di harga yang lebih rendah. Dengan demikian terbentuklah lower high di dalam range atau rentan harga yang terbentuk sehingga akhirnya harga bisa menembus keluar dari range itu, yang biasa disebut dengan breakout, dan memulai downtrend.

Breakout dan Kekuatan Momentum Turun
Apabila setelah breakout harga memiliki momentum untuk turun lebih lanjut maka harga akan segera turun relatif cepat dengan membentuk pergerakan seperti tangga yang turun. Pada fase ini koreksi yang terjadi relatif kecil namun harga dengan mudah untuk membuat harga terendah baru setelah koreksi.

Tanda-Tanda Downtrend Mulai Melemah
Setelah tren berlangsung cukup lama maka biasanya tren akan mulai melemah. Biasanya pelemahan tren diawali dengan koreksi yang cukup tajam dari yang sebelumnya dimana koreksi bisa mencapai atau mendekati harga tertinggi terakhir. Setelah koreksi ini biasanya harga tidak mudah untuk membuat harga terendah baru atau bahkan tidak bisa melampaui harga terendah sebelumnya. Hal ini terjadi karena pembeli sudah mulai masuk ke pasar dan mulai membangun posisi mereka untuk menaikkan harga.

Kesimpulan: Cara Menilai Kekuatan Downtrend
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ketika koreksi yang terjadi relatif kecil dan harga dapat dengan mudah untuk membuat harga terendah baru maka downtrend itu masih kuat. Namun ketika koreksi yang terjadi cukup tajam dan harga tidak bisa atau susah untuk membuat harga terendah baru maka downtrend itu sudah mulai melemah dan akan masuk ke fase konsolidasi.
Manfaat Memahami Downtrend dalam Trading
Dengan mengetahui ciri-ciri pergerakan tren seperti ini maka kamu akan dapat mengatur waktu yang tepat untuk masuk dan keluar trade jual atau sell, berdasarkan trading plan-mu, dengan keuntungan yang cukup besar dari awal sampai berakhirnya downtrend yang terjadi.
Lihat contoh trade berikut ini:

Pendapatmu Tentang Tren?
Jadi apa pendapatmu setelah kamu mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang uptrend dan downtrend, apakah tren benar-benar adalah teman atau sahabat terbaikmu?
Bagaimana pengalamanmu trading dengan tren yang sedang terjadi?
Bagikan Pengalamanmu
Silakan berbagai cerita dan pengalaman di kotak komentar dibawah ini. Dan kalau ada teman atau kerabat kamu yang berminat atau sedang belajar forex trading silakan di share artikel ini. Terima kasih.

Leave a Reply