Belajar Memahami Indikator Bollinger Bands untuk Forex Trading

posted in: Analisa Teknis | 0

Indikator forex Bollinger Bands (BB) mengukur momentum dan kekuatan dari suatu pergerakan harga. Nama indikator ini memiliki arti seperti suatu gelang karet yang elastis. Siklus pergerakan harga naik/turun dan koreksi/konsolidasi terefleksikan secara visual melalui pergerakan ekspansi dan kontraksi, seperti gelang karet.

BB memiliki 3 bagian utama yaitu gelang bagian atas, bawah dan Moving Average (MA) di tengah-tengah dari kedua gelang itu. Pengaturan yang umum untuk indikator ini adalah Standard Deviation 2 untuk gelang atas dan bawah dan MA dengan periode 20.

Apa fungsi dari setiap bagian dari Bollinger Band?

1. Gelang bagian atas dan bawah memberikan informasi tentang momentum dan kekuatan dari suatu pergerakan harga. 

2. Moving Average memberikan informasi tentang tren harga yang sedang terjadi.

Bagaimana membaca indikator forex Bollinger Bands?

1. Apabila gelang atas dan bawah bergerak datar maka ini mengindikasikan tidak adanya momentum dalam pergerakan harga. Dengan demikian harga sedang dalam konsolidasi atau harga bergerak dalam rentang harga tertentu.

Ilustrasi gelang indikator forex Bollinger Band kontraksi bergerak datar

2. Ketika harga bergerak naik dan harga penutupan menyentuh gelang bagian atas maka ini mengindikasikan adanya momentum dan kekuatan yang mendorong harga lebih tinggi. Kejadian ini dinamakan dengan ekspansi ke atas.

Ilustrasi gelang indikator forex Bollinger Band ekspansi bergerak naik

3. Ketika harga bergerak turun dan harga penutupan menyentuh gelang bagian bawah maka ini mengindikasikan adanya momentum atau kekuatan yang mendorong harga lebih rendah. Kejadian ini dinamakan dengan ekspansi ke bawah.

Ilustrasi gelang indikator forex Bollinger Band ekspansi bergerak turun

4. Setelah ekspansi dan harga tutup dekat atau di gelang atas atau bawah maka ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga masih kuat. Dengan demikian harga dapat bergerak lebih tinggi atau rendah lagi.

Ilustrasi gelang Bollinger Band ekspansi bergerak naik

5. Ketika harga penutupan sudah mulai jauh dari gelang bagian atas atau bawah dan gelang BB mulai kontraksi maka hal ini mengindikasikan bahwa tren atau pergerakan harga yang sedang terjadi sudah mulai melemah dan akan terjadi koreksi atau konsolidasi. 

Ilustrasi gelang Bollinger Band kontraksi tanda pelemahan pergerakan harga

6. Ketika harga bergerak diatas Moving Average (MA) maka hal ini menandakan bahwa harga sedang dalam uptrend (pergerakan harga yang naik atau menguat). Sebaliknya ketika harga bergerak dibawah MA maka hal ini menandakan bahwa harga sedang dalam downtrend (pergerakan harga yang turun atau melemah).

Ilustrasi Moving Average dalam Bollinger Band menentukan arah tren

Jadi kamu bisa melihat bahwa siklus pergerakan harga dari tren dan konsolidasi atau koreksi dapat tergambarkan oleh pergerakan ekspansi dan kontraksi dari indikator Bollinger Band.

Penerapan indikator forex Bollinger Bands

Strategi Breakout

Untuk contoh pertama, penerapan indikator BB akan digunakan dalam strategi Breakout (harga bergerak keluar dari zona konsolidasi dengan momentum yang kuat). Strategi Breakout ini akan digunakan mengikuti tren yang sedang berlangsung.

Ilustrasi penerapan Bollinger Band untuk strategi Breakout

1. Terjadi downtrend (harga bergerak turun atau melemah). Pergerakan harga membentuk struktur Lower High dan Lower Low (harga tertinggi dan terendah yang lebih rendah). Disini dapat terlihat bahwa gelang BB bergerak turun sesuai dengan pergerakan harga dengan adanya ekspansi ke bawah pada saat harga melemah sesuai dengan tren.

2. Terjadi konsolidasi harga yang cukup lama dimana gelang BB bergerak datar sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi. Konsolidasi harga ini terbentuk dalam rentang harga tertinggi dan terendah tertentu sesuai dengan garis warna ungu di chart

3. Menjelang akhir dari konsolidasi ini terjadi pelemahan harga dimana harga tidak dapat menyentuh harga tertinggi dari rentang harga yang sudah terbentuk. Struktur harga mulai berubah dimana terbentuk Swing High di posisi harga yang lebih rendah daripada sebelumnya. 

4. Harga berkonsolidasi di dekat harga terendah dari rentang harga yang sudah terbentuk. Selanjutnya harga keluar dari konsolidasi dengan momentum kuat dan terjadilah Breakout.

Pro Tip

Konsolidasi harga yang terbentuk sebelum terjadinya Breakout adalah satu bagian yang sangat penting dalam strategi ini sehingga dapat memberikan trade dengan probabilitas yang tinggi dan memberikan hasil yang memuaskan. Konsolidasi ini memberikan informasi bahwa terjadi perubahan dinamika pada saat harga menyentuh area ini.

Pada kejadian-kejadian sebelumnya para pembeli langsung masuk ke pasar untuk mendorong harga naik ke level harga tertinggi dari rentang harga yang terbentuk. Namun pada saat menjelang Breakout terjadi para pembeli tidak memiliki kekuatan beli yang sama sehingga terjadi pelemahan harga. Oleh karena tidak ada pembeli yang berminat di area ini maka penjual mulai menambah posisinya dan mulai mengambil alih pergerakan harga sehingga dapat mendorong harga turun lagi sesuai dengan tren yang berlangsung.

5. Pada saat Brekaout terjadi, gelang BB menunjukkan terjadinya ekspansi dimana hal ini mengartikan bahwa momentum harga sangat kuat sehingga dapat mendorong harga ke level yang lebih rendah lagi. Disini kamu bisa mnegambil trade jual dan dapat memperoleh keuntungan yang cukup bagus.

Strategi Reversal

Penerapan indikator BB di contoh kedua akan digunakan dalam strategi Reversal, ketika terjadi perubahan arah tren dari uptrend (pergerakan harga naik atau menguat) menjadi downtrend (pergerakan harga turun atau melemah) atau sebaliknya.

Ilustrasi penerapan Bollinger Band untuk strategi Reversal

1. Terjadi uptrend. Harga bergerak diatas Moving Average (MA) dan struktur Higher High dan Higher Low (harga tertinggi dan terendah yang lebih tinggi) terbentuk.

2. Harga sampai ke level Resistance (hambatan) dan harga berkonsolidasi. Selama terjadinya konsolidasi gelang BB berkontraksi dan bergerak mendatar. Harga bergerak diantara MA, baik diatas maupun dibawah. 

3. Terjadi perubahan struktur dimana terbentuk Lower High (harga tertinggi yang lebih rendah dari yang sebelumnya). Hal ini mengartikan bahwa pembeli sudah mulai berkurang kekuatannya karena tidak bisa mendorong harga sampai ke level yang tertinggi sebelumnya. Sebaliknya para penjual mulai memperbanyak akumulasi posisi mereka dan mulai mendorong harga lebih rendah.

4. Penjual mulai mngambil alih pergerakan harga dengan menembus level Swing Low (harga terendah) yang terakhir dengan momentum yang kuat dan dengan demikian terjadilah Reversal, dari uptrend menjadi downtrend. Kekuatan momentum ini dapat terlihat dengan gelang BB berekspansi ke bawah. Hal ini dapat dijadikan signal untuk masuk posisi sell (jual) dengan hasil yang cukup memuaskan.

Kesimpulan

Dari dua contoh diatas kamu bisa melihat bahwa indikator BB dapat digunakan untuk beragam strategi dan tentunya dapat disesuaikan dengan strategi yang kamu gunakan. Indikator BB dapat memberikan gambaran yang jelas tentang momentum dan kekuatan dari pergerakan harga yang bisa kamu gunakan sebagai filter dalam suatu tren, apakah tren itu masih kuat atau sudah mulai melemah, atau signal untuk masuk suatu trade. Menurut saya indikator BB adalah suatu indikator yang cukup ampuh karena dengan adanya momentum dan kekuatan pergerakan harga maka disitu akan ada peluang untuk menghasilkan uang.

Nah sekarang saya ingin bertanya, apakah kamu menggunakan indikator BB dalam trading-mu? Bagaimana kamu menggunakannya? Silahkan berbagi pengalamanmu lewat kotak komentar dibawah ini.

Terima kasih dan sukses selalu dalam trading-mu.

PS. Apabila kamu mendapati bahwa artikel ini bermanfaat silakan bagikan ke teman-teman atau kerabat kamu yang berminat atau sedang belajar forex trading supaya mereka juga dapat memperoleh manfaatnya. “Sharing is caring.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *