Di artikel-artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai cara membaca candlestick dan memahami tren sebagai bagian dari analisa teknis dalam forex trading. Pada bagian ini, kita akan mempelajari Indikator RSI Forex secara praktis untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi analisa teknis.
Setelah membaca artikel ini, kamu akan mahir memakai RSI untuk mengenali momentum, pelemahan harga, dan potensi pembalikan harga. Dengan demikian, kamu bisa mengambil keputusan dan timing yang tepat dengan peluang menang lebih tinggi.
Relative Strength Index (RSI)
Indikator RSI mengukur kekuatan dan momentum pergerakan harga dalam periode waktu tertentu. Jika lebih banyak bullish candle muncul maka RSI akan menguat dan garis indikator bergerak naik. Sebaliknya jika lebih banyak bearish candle muncul maka RSI akan melemah dan garis indikator bergerak turun.
Setting atau pengaturan jangka waktu yang banyak digunakan adalah 14. Setting ini sifatnya fleksibel mengikuti time frame yang digunakan. Contoh: memakai RSI di D1 berarti menghitung rasio bullish dan bearish selama 14 hari terakhir. Jika memakai RSI di H1 berarti menghitung rasio bullish dan bearish selama 14 jam terakhir.
Sebagai contoh: RSI 60 berarti mayoritas dari 14 candle sebelumnya bullish sehingga harga menunjukkan penguatan. Jika RSI 40 berarti mayoritas dari 14 candle sebelumnya bearish sehingga harga menunjukkan pelemahan.
PRO TIP
RSI di atas 60 menunjukkan momentum kuat naik, sedangkan RSI di bawah 40 menunjukkan momentum kuat turun.

Konsep momentum yang dibahas diatas bisa jadi bertentangan dengan pemahaman RSI pada umumnya:
RSI menyentuh 70 menandakan kondisi overbought sehingga harga berpotensi melemah atau berbalik arah.
RSI menyentuh 30 menandakan kondisi oversold sehingga harga berpotensi menguat atau berbalik arah.
Apabila kamu mengikuti pemahaman umum, kamu akan keluar dari trade saat RSI melewati 70 atau turun di bawah 30. Namun keluar terlalu cepat bisa membuatmu kehilangan peluang saat harga justru melanjutkan pergerakan lebih jauh.


PRO TIP
Supaya tidak rancu atau terjadi dilema, yang bisa kamu lakukan adalah ketika kamu sudah masuk suatu trade dan harga mulai masuk ke level overbought atau oversold maka kamu dapat menutup sebagian dari posisi kamu (bisa 50% atau 30% atau 25% sesuai dengan strategi dan preferensi kamu) untuk mengunci sebagian keuntungan dan sisanya kamu bisa diamkan atau tahan untuk mengambil kesempatan menambah keuntungan ketika harga terus melanjutkan pergerakannya ke level yang lebih tinggi atau rendah lagi.
Bagaimana penggunaan RSI dalam forex trading?
Terdapat berbagai macam cara untuk menggunakan RSI dalam trading dan hal ini biasanya disesuaikan dengan strategi yang digunakan. Perlu diketahui bahwa suatu indikator baik itu RSI atau yang lainnya tidak dapat digunakan untuk trading dengan sendirinya jadi perlu digabungkan dengan indikator yang lainnya dan/atau Price Action (suatu pola pergerakan harga tertentu) sehingga strategi yang digunakan dapat memberikan hasil yang lebih bagus. Kenapa demikian?
Semua indikator memiliki karakteristik yang sama yaitu semuanya lagging atau dengan kata lain indikator hanya dapat memberikan informasi berdasarkan harga yang lama dan bukan harga yang terkini (live). Hal ini demikian adanya karena indikator menghitung dan memberikan hasil berdasarkan harga penutupan dari candle yang sudah terbentuk. Dengan mengetahui hal ini maka sebaiknya indikator hanya digunakan sebagai filter untuk menentukan apakah suatu setup yang terbentuk valid (bagus) atau tidak, bukan sebagai trigger atau signal untuk mengambil suatu trade.
Contoh strategi reversal atau perubahan arah pergerakan harga
Untuk strategi ini biasanya RSI akan digabungkan dengan Moving Average (MA). RSI akan digunakan sebagai filter untuk menentukan apakah harga sudah mulai melemah dan akan mulai berbalik arah atau tidak dan MA untuk menentukan arah tren. Setting yang digunakan yaitu RSI 14 dan MA 20.
Langkah-Langkah Analisa Reversal Menggunakan RSI dan MA
Berikut adalah chart yang mengilustrasikan penggunaan RSI dan MA dalam strategi reversal:

(1) Terjadi downtrend atau harga bergerak turun dimana terbentuk lower high dan lower low atau harga tertinggi dan terendah yang lebih rendah dan harga bergerak dibawah MA20. Harga terus bergerak turun sampai terjadinya Divergence.
(2) Divergence adalah suatu fenomena dimana harga bergerak turun tapi RSI bergerak menguat (pergerakan yang berlawanan arah). Divergence disini hanya memiliki fungsi untuk memberitahukan bahwa terjadi pelemahan harga karena sementara masih ada seller untuk mendorong harga lebih rendah lagi namun jumlah seller sudah mulai berkurang dan jumlah buyer mulai bertambah lebih banyak (buyer mulai membangun posisi buy mereka). Jadi disini RSI divergence mengindikasikan akan terjadinya perubahan arah pergerakan harga.
(3) Selanjutnya terjadi perubahan struktur harga dimana harga tidak dapat membentuk lower low atau harga terendah baru namun sebaliknya harga mulai membentuk higher low atau harga terendah baru yang lebih tinggi.
(4) Harga mulai berbalik arah dan bergerak naik diatas MA20 sehingga dimulailah uptrend atau pergerakan harga yang menguat.
(5) Terjadi konsolidasi harga (Price Action) di area harga tertinggi terakhir dari pergerakan downtrend sebelumnya dan selanjutnya harga breakout atau harga keluar dari level harga tertentu dengan momentum yang kuat dan hal ini dapat dijadikan signal untuk masuk posisi buy. Tolong diperhatikan juga bahwa pada saat penutupan harga setelah terjadinya breakout, RSI berada di level sekitar 70 yang mengindikasikan momentum harga yang kuat untuk mendorong harga bergerak lebih tinggi lagi. Contoh ini memberikan hasil trading yang cukup memuaskan bukan?
Kesimpulan Strategi Reversal dengan RSI, MA, dan Price Action
Dari contoh diatas kamu bisa melihat penggabungan 3 hal dalam strategi reversal ini yaitu (1) RSI, (2) Moving Average dan (3) Price Action. Ketiga hal ini dapat membantu kamu untuk dapat menganalisa chart dengan lebih baik dan mengambil timing untuk masuk trade yang lebih tepat sehingga kamu bisa mendapatkan hasil yang menguntungkan.
Bagaimana kamu menggunakan RSI dalam trading-mu? Silahkan berbagi pengalaman lewat kotak komentar dibawah ini. Terima kasih.

Leave a Reply